Connect with us

Gojentakmapan

Jeruk Pangkep Sudah Hampir Punah

-

PANGKEP, BKM — Desa Punranga, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep menjadi percontohan kampung reforma agraria jeruk besar. Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), mengatakan, ini adalah bukti dedikasi BPN dan Pemkab Pangkep untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menyampaikan, setiap tahun jeruk besar Pangkep mengalami penurunan produksi. Olehnya itu, selaku bupati Pangkep, MYL menjadikan jeruk besar Pangkep sebagai salah satu prioritas untuk kembali meningkatkan produksinya.
”Kemarin saya MoU dengan beberapa kampus, agar dapat membantu saya meningkatkan produksi jeruk besar Pangkep,” katanya.
Sejumlah profesor pun sudah turun untuk meneliti jeruk besar Pangkepa. ”Kita masih menunggu hasilnya. Nanti kalau susah ada hasil, kita akan tahu langkah apa yang akan kita ambil ke depannya agar produksi kita kembali meningkat,” tambahnya.

Pilot ptoject ini diharapkan, menjadi salah satu upaya dalam mengembalikan kejayaan jeruk besar Pangkep sebagai ikon daerah tiga dimensi ini. Plt Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Suriyani, mengatakan, kampung percontohan atau pilot project ini merupakan kegiatan gugus tugas reforma agraria Kabupaten Pangkep. Dimana tahun ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pangkep mendapatkan. Lanjut dikatakan, Desa Punranga ditunjuk langsung karena adanya kegiatan pensertifikatan hak atas tanah sebanyak 700 bidang.
”Jadi, bagaimana kami bisa memberikan bantuan kepada petani jeruk. Disini ada 169 terdiri dari delapan kelompok. Nah, bagaimana mereka bisa dapatkan modal? Makanya diberikan pensertifikatan melalui program PTSL sebanyak 700 bidang,” jelasnya.
Konsultan GTRA, Hermanto, menambahkan, kampung percontohan ini bertujuan mempertahankan eksistensi jeruk Pangkep sebagai ikon Boledong. Selain itu, saat ini produktivitas jeruk mulai menurun. Di samping itu, petani sering mengeluhkan ketidak-stabilan harga.

”Kita tadi dengar, produktivitas mulai menurun. Kemudian, ada beberapa daerah di Indonesia yang mengakui jeruk Bali ternyata jeruk Pangkep. Kedua, selama ini harga tidak stabil. Petani sering mengeluh, sehingga ada penurunan semangat petani. Nah, kita takutkan ikon Pangkep hilang kalau tidak segera kita benahi. Ini perintah pusat, berdasarkan Perpres nomor 86 tahun 2018 tentang reforma agraria. Jadi ini adalah bagian dari reforma agraria,” jelasnya.
Kepala Desa Punranga, Hajji, mengatakan, dengan pilot project ini diharapkan semakin meningkatkan produktifitas jeruk. Begitu pun dengan peningkatan harga jual. Dia bahkan mengakui, jeruk Pangkep sudah hampir punah. Olehnya itu, ia bersyukur dengan adanya reforma agraria ini.
”Karena adanya ini, semoga berhasil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Punranga,” katanya. (udi/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini