Connect with us

Headline

Usai Mengemis, Karaoke di Rumah Bernyanyi

Sudah 332 Anjal Gepeng Terjaring Operasi di Makassar

-

Namun, kata Muhyiddin, dirinya belum pernah mendapatkan langsung aksi orang yang melakukan eksploitasi kepada anjal dan gepeng ini. “Kalau ada saya temukan sendiri, langsung saya proses itu. Atau ada warga yang melapor dengan menyertakan bukti video misalnya, langsung kami proses,” tegasnya.
Dia menekankan, eksploitasi tidak dibolehkan sesuai pasal 76 Undang-Undang 35 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Hal itu juga diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anjal dan Gepeng.
Muhyiddin mengungkap, anjal dan gepeng bisa meraup pendapatan hingga Rp300 ribu per hari. Itu terungkap usai pihaknya melakukan assesmen terhadap anjal dan gepeng yang terjaring.
Salah satunya di Jalan Lanto Dg Pasewang. Seorang pengemis mengaku bisa mendapat Rp300 ribu tiap hari hanya dengan beroperasi seharian di lampu merah atau sudut-sudut jalan yang ramai. Usai beraksi seharian, malamnya mereka bersenang-senang, misalnya berkaraoke di rumah bernyanyi.
Kemudian beberapa anjal dan pengemis di Flyover, Jalan Urip Sumoharjo pernah didapati mengantongi smartphone. Artinya, mereka memiliki latar belakang kehidupan yang layak.
“Ternyata yang mengemis orang mampu, umurnya produktif. Hanya budaya malas karena sudah keenakan minta-minta di jalanan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi (Satpol PP) Makassar Iqbal Asnan mengatakan, operasi zero anjal dan gepeng terus dilakukan. Pihaknya berkomitmen akan menuntaskan masalah ini hingga akhir tahun. Program ini diawali di Kecamatan Ujung Pandang. Sebab berdasarkan pemetaan dari 14 kecamatan (di luar Sangkarrang), Ujung Pandang paling banyak ditemukan anjal dan gepeng.
Prediksi awal, pihaknya bisa menuntaskan anjal di Kecamatan Ujung Pandang selama sebulan. Namun ternyata hanya butuh waktu lima hari anjal dan gepeng sudah zero atau nol di wilayah tersebut. Meski begitu, masih ada beberapa yang masih nekad melakukan aksinya di jalan. “Ekspektasi kami satu bulan atau 20 hari nyatanya kami bisa zerokan selama lima hari,” tandasnya.
Operasi zero ini, kata Iqbal, sudah menyentuh seluruh kecamatan hingga ke Biringkanaya. Meski begitu, ia melihat tetap ada cela yang dimanfaatkan para anjal dan gepeng untuk melancarkan aksinya. Ada pergerakan ruang dan waktu, misalnya pada saat operasi di Ujung Pandang mereka bergeser ke Mariso.
Makanya, pihaknya memperluas penertiban ke seluruh wilayah untuk mempersempit ruang gerak para anjal dan gepeng. Usai memberi pembatasan ruang gerak, rupanya anjal dan gepeng ini melakukan pergeseran waktu. Misal, dari 500 anjal, ada yang beroperasi pagi, siang, malam.

Laman: 1 2 3

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini