Connect with us

Headline

346 Rumah Rusak, Warga Mengungsi di 47 Titik

Pemprov Sulsel Kirim Bantuan ke Wilayah Terdampak Gempa di Selayar

-

IST BANTUAN-BPBD Sulsel menyalurkan bantuan untuk warga Kabupaten Kepulauan Selayar yang terdampak gempa.

MAKASSAR, BKM — Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 membawa dampak yang cukup parah di empat kecamatan terluar Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Sebanyak 346 bangunan, seperti rumah, gedung, perkantoran, sekolah dan rumah ibadah mengalami kerusakan parah. Wilayah terdampak ini berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diguncang gempa tektonik pada titik 122 km barat laut Kota Larantuka.

Empat kecamatan tersebut adalah Pasilambena, Takabonerate, Pasimasunggu, dan Pasimarannu. Menurut Bupati Kepulauan Selayar M Basli Asli, dari empat kecamatan yang terdampak, dua yang terparah, yaitu Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu.
Rabu (15/12), Basli Ali dan pihak BPBD serta semua unsur terkait datang ke lokasi terparah. Untuk tiba di sana butuh waktu 18 jam dari ibu kota kabupaten. ”Tapi bantuan logistik sudah kita salurkan lebih dahulu semua, lantaran di sana tidak ada jaringan seluler,” sambung Ansar.
Informasi dari Arifin, seorang warga Desa Pulau Madu, Kecamatan Pasilambena mengaku, mereka ada yang mengungsi atas inisiatif sendiri karena takut terjadi gempa susulan ataupun tsunami. “Di wilayah kami ada 11 rumah yang rusak. Ini pulau lebih dekat ke NTT daripada ke Selayar. Kalau ke NTT delapan jam paling lama. Kita komunikasi juga ini pakai satelit bukan seluler,” ujarnya, kemarin.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, dari empat kecamatan yang terdampak gempa di Kabupaten Kepulauan Selayar, terparah terjadi di dua kecamatan yang terdekat dari pusat gempa, yakni Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Total rumah yang rusak ada 346 rumah, yakni 134 rusak berat dan 212 rusak ringan.
“Kalau di Kecamatan Pasilambena ada 43 rumah yang rusak, Takabonerate satu rumah, Pasimasunggu empat rumah dan Pasimarannu 298 rumah. Ada juga rumah ibadah yang rusak dua, sekolah tiga unit dan gudang rusak ringan dua unit. Untuk korban luka-luka ada enam orang,” ucapnya di kantor gubernur, kemarin.
Untuk penanganannya, Andi Sudirman mengungkapkan, pihaknya menurunkan tim medis, dapur umum, serta tim evakuasi. Juga akan mengirim bantuan logistik kepada warga yang terdampak.
“Hari ini (kemarin) tim medis ke lokasi. Termasuk untuk membawa logistik yang sudah kita drop untuk satu ton pertama, berupa beras dan juga tim dapur umum untuk ke dua wilayah yang sangat terdampak di wilayah terdekat dari pusat gempa di NTT,” terangnya.

Untuk pengiriman logistik ini, Andi Sudirman menegaskan akan dilakukan secara bertahap dikarenakan akses pengiriman dan kapasitas kapal pengangkut logistik yang terbatas. “Pendirian dapur umum sementara berdiri di beberapa lokasi pengungsian. Termasuk bantuan tambahan akan bergerak dengan speed boat untuk menambah bantuan logistik, medik dan dapur umum untuk tempat-tempat pengungsi,” katanya.
Andi Sudirman mengungkapkan, penyediaan dapur umum menjadi salah satu bentuk bantuan yang paling penting untuk memenuhi kebutuhan makan dan logistik masyarakat terdampak. Dapur umum ini akan ditempatkan hingga kondisi masyarakat mampu memenuhi kebutuhan logistik secara mandiri.
“Kita berharap semua warga tenang dan tidak panik namun tetap waspada. Serta senantiasa berdoa untuk keselamatan kita semua. Doakan juga semoga tim yang diturunkan dalam dilancarkan sesuai rencana,” pungkasnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Selayar Ahmad Ansar menyebut, ada beberapa warga yang mengalami luka akibat gempa tersebut. “Ada yang tangannya patah, kepala bocor, dan sebagian besar luka ringan. Itu berdasarkan laporan dari pihak kecamatan di sana. Jumlahnya masih diinventris. Semua warga sudah dievakuasi sementara waktu, terutama yang rumahnya rusak,” sebut Ansar.

Warga terdampak di dua kecamatan terparah, hingga kemarin masih mengungsi. Mereka enggan pulang karena masih terjadi gempa susulan.
Para pengungsi berada di 47 titik pengungsian di dua kecamatan. 17 titik dengan jumlah pengungsi 3.900 orang di Pasimarannu, dan 30 titkp pengungsian di Pasilambena. “Untuk jumlah pengungsi belum diketahui, tapi jumlah warga di sana 8.000 orang,” jelas Ansar.
Untuk warga yang terluka jumlahnya tujuh orang, empat di Pasumarannu. Terdiri dari satu luka ringan dan tiga luka berat. Sementara di Pasilambena tiga orang, terdiri dari dua luka berat karena patah tulang dan satu orang koma, yang sudah dirujuk ke rumah sakit.
Sayangnya, warga di sana belum menerima bantuan dari pemerintah setempat. Penyebabnya, menurut Ansar, karena jarak ke lokasi terlalu jauh. Apalagi sekarang sedang musim barat dengan cuaca yang buruk.
“Bantuan sebenarnya sudah siap semua untuk disalurkan. Kita akan sewa kapal besar menuju ke lokasi, dan rencananya besok (hari ini), baru ada bantuan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu menyalurkan semua,” pungkas Ansar. (jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini