Connect with us

Headline

16 Kali Disuntik Demi Hidupi Tiga Anak yang Masih Kecil

Abd Rahim, Mantan Napi yang Jadi Joki Vaksin

-

KERASNYA kehidupan, ditambah belum pulihnya ekonomi disebabkan masih berlangsungnya pandemi covid-19, membuat sebagian masyarakat mulai berpikir pendek. Bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja keras, menjadi alasan klasik mereka rela melakukan pekerjaan apa saja tanpa memikirkan risiko yang bisa ditimbulkan.

NAMANYA Abd Rahim. Usianya kini 49 tahun. Warga Kabupaten Pinrang ini melakoni sebuah pekerjaan yang tak lazim. Ia menjadi joki vaksin alias menggantikan orang lain untuk divaksin. Tak hanya sekali atau dua kali. Melainkan sampai 16 kali. Pengakuannya pun menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Abd Rahim melakukan hal itu demi meraup rupiah untuk biaya hidup sehari-hari. Dia tak punya pekerjaan tetap, sementara dirinya sudah berumah tangga.
Bebas dari penjara dalam kasus pencurian, Rahim kemudian bekerja menjadi kuli bangunan di Kompleks Tiga Berlian, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto. Namun, penghasilnya tidaklah seberapa.
”Saya sudah divaksin 16 kali. Dua kali untuk diri saya sendiri, dan mewakili 14 orang lainnya ,” ucap Rahim ketika dimintai keterangan penyidik di Mapolres Pinrang, pekan lalu.
Rahim mengaku dirinya dibayar oleh orang yang menyuruhnya melakukan vaksinasi untuk mendapatkan kartu vaksin “Saya dibayar Rp100 ribu sampai Rp800 ribu sekali vaksin. Tergantung berapa kemampuan orang yang mau bayar,” terangnya.
Dia mengaku ikhlas melakukan ini demi menghidupi tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil. Apalagi, dia pernah hidup di balik jeruji besi selama empat tahun. Selepas itu tidak lagi memiliki pekerjaan menentu.
”Begitu, Pak. Kalau tidak ada pekerjaan menentu, apa boleh buat yang halal dan berduit apapun saya lakukan,” tandasnya.
Kapolres Pinrang, AKBP M Arief Sugihartono mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus ini. ”Sementara masih dalam penanganan untuk ditindaklanjuti,. Saksi-saksi diperiksa oleh penyidik. Intinya, kasus masih didalami,” kata Arief.
Ia mengaku, pihaknya masih sementara melakukan validitas pernyataan orang yang ada di video viral tersebut. “Kami masih pelajari dulu validitas pernyataan orang tersebut, apakah betul atau tidak,” tuturnya.

Halaman
1 2 3

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini