Connect with us

Headline

Capaian Rendah, ASN Cari Lansia Layak Vaksin

-

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tampaknya kewalahan memenuhi target vaksinasi covid-19 untuk warga yang lanjut usia (lansia). Data saat ini, jumlah lansia yang telah divaksin baru sekitar 47 persen. Padahal idealnya, sudah harus mencapai 60 persen.
Akibat capaian vaksinasi lansia yang masih rendah, pemberian vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun belum diperbolehkan di Makassar. Padahal di beberapa kota besar di Indonesia, vaksinasi anak sudah dilakukan.
Untuk menggenjot pencapaian target, Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto mengerahkan seluruh ASN Pemkot untuk mencari lansia yang belum divaksin. Setiap ASN wajib mencari satu lansia.

“Setiap ASN wajib mencari satu lansia yang memenuhi syarat untuk divaksin ya. Ingat, yang memenuhi syarat. Bukan sebatas membawa lansianya untuk divaksin,” ungkap Danny saat ditemui di ruang kerjanya Balai Kota Makassar, Kamis (13/1).
Dengan strategi tersebut, diharapkan pencapaian vaksinasi lansia bisa menembus 60 persen di pengujung Januari 2022 nantinya.
Sebenarnya, metode yang sama sudah pernah dilakukan Pemkot Makassar di akhir tahun 2022 lalu. Danny pernah mengintruksikan kepada seluruh pegawai lingkup Pemkot Makassar masing-masing membawa 10 orang lansia untuk divaksinasi. Namun hal itu ternyata belum berdampak signifikan terhadap kenaikan capaian vaksinasi lansia.
Menurut Danny, persoalannya bukan karena kurangnya lansia yang ingin divaksinasi, melainkan pada kondisi lansia itu sendiri yang tidak memungkinkan divaksinasi. Dia menyebut sebenarnya banyak lansia yang bersedia divaksinasi namun tak bisa divaksinasi karena tekanan darahnya tiba-tiba tinggi.

“Karena banyak lansia tidak layak vaksin akibat tekanan darahnya di atas 180. Dengan kondisi tersebut, dalam protap tidak diperbolehkan vaksin. Dari delapan lansia, hanya satu yang layak vaksin,” ujarnya.
Dia mengkalkulasi, jika 22 ribu pegawai di Pemkot Makassar berhasil memfasilitasi vaksinasi satu lansia, maka akan ada 22 ribu yang tervaksin.
Selain vaksinasi tahap satu dan dua, saat ini Pemkot Makassar juga sudah menyiapkan vaksin booster. Namun untuk di tahap awal ini, diprioritaskan bagi lansia dengan syarat sudah melakukan vaksinasi tahap satu dan dua, dengan durasi waktu setelah vaksin terakhir minimal enam bulan.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah Sirajuddin mengatakan Pemkot Makassar saat ini memang konsisten mengawal pencapaian target vaksinasi lansia. “Target Pak Wali Kota, akhir Januari, lansia yang sudah divaksin minimal 60 persen,” kata dr Ida, kemarin.
Dia mengatakan, jika target 60 persen bisa dicapai, maka vaksinasi anak dan vaksin booster untuk umum sudah bisa dilakukan. Saat ini, vaksin booster baru bisa diberikan untuk lansia.
Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar Irmawati Sila, menegaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi booster memang perlu mendapatkan dukungan. Namun dia mengingatkan, pemerintah jangan hanya fokus memberikan vaksinasi booster kepada masyarakat tapi mengesampingkan target vaksinasi bagi lansia.

“Kita belum tahu seperti apa ini vaksinasi booster. Tapi kan ini target vaksinasi untuk lansia saja belum tercapai. Coba fokus tuntaskan dulu. Jika memang dalam kondisi mendesak baru dilakukan vaksinasi booster. Ini kan belum juga 100 persen warga tervaksin semua,” ujar Irmawati yang ditemui di gedung DPRD Makassar, Kamis (13/1).

Legislator Fraksi Hanura Makassar ini melanjutkan, pemerintah tidak boleh mengesampingkan pemberian vaksin kepada masyarakat Makassar yang belum mendapatkannya hingga kini. Terutama masyarakat yang masuk daftar kelompok rentan terinfeksi covid-19, seperti lansia.
“Data juga mana warga yang sudah divaksin dan yang belum, sebelum diberikan vaksin booster. Apalagi, hasil pendataan penerima vaksin hingga dosis kedua belum juga kita tahu. Coba pemkot terus matangkan dulu pendataan ini,” tandasnya.
Anggota Komisi D DPRD Makassar lainnya, Alhidayat Samsu menegaskan perlunya mengapresiasi kinerja pemerintah dalam mengejar target vaksinasi warga. Apalagi kota Makassar dipilih sebagai salah satu wilayah yang memenuhi syarat untuk melakukan vaksin booster.
“Kita mengapresiasi capaian pemerintah kota dalam menggenjot vaksinasi. Dengan begitu, tentu kita harus yakinkan warga bahwa mereka mau mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi dan terhindar virus ini. Apalagi persentase warga yang ikut vaksin juga tinggi,” jelasnya.
Hanya saja, diakui bahwa untuk mendapat kepercayaan vaksin booster ini, pemerintah perlu bekerja ekstra karena capaian vaksinasi lansia yang masih rendah. Masyarakat butuh perlakuan khusus untuk diyakinkan.
“Memang menjadi tantangan tersendiri. Saya berharap Dinkes Makassar bisa memberi edukasi kepada warga untuk bisa ikut juga vaksin booster ini,” tuturnya. (rhm-ita)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini