Connect with us

Headline

Kejari Maros Ringkus Terpidana Mafia Tanah

-

MAROS, BKM — Pelarian HN akhirnya terhenti. Pria usia 50 tahun ini diamankan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros. Ia merupakan terpidana kasus mafia yang menjual tanah milik orang lain di Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Sebelumnya, pada bulan Februari 2021, HN divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Maros.
“HN ini sebelumnya diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Maros dan kami melakukan kasasi ke Mahkamah Agung. Kasasi kami kami diterima dan baru turun di bulan November 2021,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Maros Suroto.
Dalam kasasi yang diturunkan Mahkamah Agung, kata Suroto menambahkan, HN dinyatakan terbukti melakukan penjualan tanah milik orang lain dan dipidana satu tahun penjara.

“Saat kasasi turun, kami melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan, namun tidak datang. Dia (HN) malah mengembalikan surat penggilan ke kantor Kejaksaan Negeri Maros. Makanya kami langsung bergerak melakukan penangkapan,” terangnya, kemarin.
HN sempat melarikan diri dan berpindah-pindah tempat saat akan ditangkap. Ia berhasil diringkus Kompleks Perumahan Nusa Indah, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

“Saat melakukan pengejaran untuk menangkap yang bersangkutan, tim melacak keberadannya. Kami harus bekerja ekstra karena terpidana ini sempat berpindah-pindah tempat. Saat pertama kali dilacak dia berada di Kabupaten Gowa, lalu di Maros. Dan akhirnya berhasil ditangkap di Gowa,” ujar Kasi Intel Kejari Maros Raka Bintasing.
HN diamankan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 912 K/Pid/2021 tanggal 03 Nopember 2021. Ia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menjual tanah sebagian milik orang lain, sebagaimana diatur dalam Pasal 385 ayat (1) KUHP dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun. (ari)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini