Connect with us

Headline

Kolega Direksi Jadi Pejabat PDAM, Danny: Buktikan!

-

MAKASSAR, BKM — Jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar melakukan penggantian pejabat secara besar-besaran. Mulai dari kepala seksi hingga kepala bagian digeser.
Sebanyak 70 pejabat baru dilantik oleh salah seorang direksi, Beni Iskandar, Rabu (12/1) di Aula PDAM Makassar Jalan Ratulangi. Pelantikan dilakukan secara tertutup.
Belakangan, pelantikan pejabat struktural di lingkup perusahaan pelat merah milik Pemkot Makassar itu menuai pro dan kontra. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ada sejumlah pejabat yang dilantik merupakan kerabat dan keluarga direksi.
Informasi yang diperoleh dari internal PDAM, Kapala Bagian (Kabag) Verifikasi Sumasdi Risal dan Kabag Perlengkapan Fakhyuddin disebut-sebut masih kerabat dekat salah satu jajaran direksi saat ini. Demikian pula Syamsuddin yang dilantik sebagai kepala Seksi Pengadaan. Ia disebut-sebut kolega sang direksi.
Ada juga nama Rini Afriani yang dipromosi sebagai kepala Seksi Pengawasan. Rini diketahui merupakan putri dari penjabat direksi PDAM Arifuddin Hamarung.
Dikonfirmasi terkait persoalan itu, salah seorang Badan Pengawas PDAM yang juga Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh Anshar menegaskan bahwa tidak ada aturan yang melarang seseorang diangkat sebagai pejabat karena punya kedekatan dengan petinggi di PDAM. Sepanjang orang yang diangkat punya kompetensi dan kapasitas, itu normal saja. Apalagi semua yang diangkat sudah melewati proses seleksi dan asesmen.

“Jangan karena mereka keluarga dengan pejabat di PDAM, hilang kesempatannya berkarir,” kata Muh Anshar yang ditemui di Balai Kota, kemarin.
Yang salah itu, lanjut Muh Anshar, jika ada orang tiba-tiba masuk, baru diangkat, langsung jadi pejabat.
Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menegaskan bahwa pihaknya tidak mau terlalu mengintervensi kebijakan yang dilakukan jajaran direksi di tubuh PDAM. Namun, jika memang ada informasi jika proses perekrutan pejabat tidak sesuai mekanisme, terindikasi nepotisme, dia menantang orang yang meragukannya untuk membuktikan.
“Jadi dibuktikan saja. Karena saya tidak pusing itu. Saya kan bilang yang punya kemampuan. Kalau yang punya kemampuan adalah kerabatnya, terserah,” kata Danny.

Dia menambahkan, sepanjang orang yang dilantik memiliki kemampuan dan melewati mekanisme sebagaimana mestinya, tidak ada persoalan.
Penjabat Direksi PDAM, Beni Iskandar menegaskan proses asesement dan seleksi yang dilakukan untuk menempatkan orang-orang dalam sebuah jabatan di PDAM berdasarkan aturan. “Proses rekrutmen jelas. Ada assesmen. Ada hasil assesmen. Ada rekam jejak dan wawancara. Tunjukkan ke saya orang-orang (yang dilantik) tidak melewati assesmen,” cetusnya.
Dia menekankan, orang-orang yang dilantik harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan. “Jadi biar keluargaku, kalau tidak penuhi syarat (tidak bakalan dilantik),” tegas Beni.
Diapun mengatakan kenapa persoalan ini dipermasalahkan. Termasuk saat dirinya merekrut dua pegawai baru. Padahal sebelumnya, hampir setiap bulan ada perekrutan karyawan baru. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini