Connect with us

Kriminal

Ditahan Polisi, Dokter Kecantikan Menangis

Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan Kartu PCR

-

PEMALSUAN -- Kabid Humas Polda Sulsel bersama Wakasat Reskrim Polreatabes Makassar, dan Kasi Humas Polreatabes Makassar memegang barang bukti. Terduga pelaku pemalsuan PCR hanya bisa tertunduk sambil menangis saat digiring petugas untuk menjalani pemeriksaan.

MAKASSAR, BKM — Seorang dokter kecantikan berinisial CMW (35) sekaligus pemilik klinik di Jalan Landak Baru/Jalan Andi Djemma, diamankan anggota Polsek Rappoccini dan Jatanras Polrestabes Makassar, pada Jumat (14/1).

CMW diduga telah memalsukan kartu PCR. Dokter kecantikan ini hanya bisa menangis hanya bisa menangis saat ditangkap dan ditahan di Mapolrestabes Makassar.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana didampingi Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKP Jufri Nasir, saat menggelar press release kasus ini, pada Rabu sore (19/1), di aula Mappaddang Polrestabes Makassar, mengemukakan, dokter kecantikan tersebut diamankan berawal dari anggota Poksek Rappoccini dan Jatanras Polrestabes Makassar mendapat laporan dari masyarakat bahwa salah satu klinik di Jalan Landak Baru dicurigai membuat surat palsu Antigen.
Kemuduan anggota melakukan penyelidikan kasus pencurian handphone di klinik dokter. Saat anggota melakukan penggeledahan isi klinik tersebut mendapati bukti percakapan pemilik klinik melalui WhatsApp (WA). Dimana percakapan tersebut berisi pembuatan hasil PCR dan Antigen dibuat secara tidak resmi/fiktif dan digunakan untuk penerbangan.
Pemilik klinik ini melakukan perbuatan memalsukan kartu PCR sejak 2021dengan cara cukup kirim KTP saja sudah mendapat kartu PCR. Tidak usah melakukan tes antigen. Pelaku menerima jasa pembuatan hasil PCR dan Swab Antigen secara tidak resmi atau fiktif yang digunakan untuk persyaratan penerbangan dan pelaku mengerjakan pemalsuan dokumen tersebut.

Kabid Humas Polda Sulsel menambahkan, pembuatan hasil PCR dan antigen secara fiktif itu dilakukan pelaku sejak diberlakukan PCR dan Antigen untuk persyaratan penerbangan. Untuk pengurusan PCR dan Swab Antigen tarifnya untuk PCR Rp700.000 sampai Rp.900.000. Sedangkan Antigen Rp200.000 sampai Rp400.000. Itu dilakukan mulai pertengahan 2021. Dan sudah ada 100 orang konsumennya. Kabid Humas juga mengemukakan, persyaratan untuk pembuatan PCR dan Swab Antigen dilakukan dengan cara mengirimkan identitas yang ingin bermohon tanpa harus hadir di klinik tersebut. Juga, melakukan pembayaran di awal melalui transfer kepada pelaku sesuai tarif pembuatan tersebut.
Selain mengamankan pelaku, petugas kepolisian juga mengamankan barang bukti yang terdiri dari enam unit gawai atau handphone (HP), satu printer, CPU, keyboard, dan tiga alat debit. (jul)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini