Connect with us

Kriminal

Hujan, Tawuran Kelompok Tetap Terjadi di Kandea

Rumah Warga Jadi Sasaran Lemparan Batu

-

MAKASSAR, BKM — Hujan yang mengguyur sebagian besar Kota Makassar pada Kamis dinihari (20/1), membuat banyak warga sudah tertidur lelap. Namun lain halnya di wilayah Kandea, Kecamatan Bontoala.

Warga di lokasi ini tak bisa tidur lantaran atap rumahnya diguyur batu dua kelompok yang terlibat tawuran. Aksi tawuran tak berlangsung lama setelah polisi tiba di lokasi melakukan aksi pembubaran kedua kelompok yang saling serang menggunakan batu dan senjata tajam berupa panah (busur).
Kedua kelompok lari kocar-kacir, setelah disemburkan gas air mata. Rupanya, semburan gas air mata itu membuat emak emak di lokasi itu geram.
Mereka memarahi petugas kepolisian, lantaran semburan gas air mata itu membuat matanya perih dan sesak nafas. Meski begitu, usai marah para emak ini mengadu ke Polsek Bontoala lantaran atap rumahnya mengalami kerusakan setelah diberondong batu oleh kedua kelompok tawuran.
”Sudah dua hari pak kami tidak bisa tidur, akibat kedua kelompok tawuran itu melempari atap rumahku sampai mengalami kerusakan,” ujar salah seorang warga saat melapor.
Sementara itu, Kapolsek Bontoala, Kompol Syamsuardi, mengatakan, pihaknya setiap menerima aduan warga dengan cepat menindaklanjuti dengan membubarkan kedua kelompok yang terlibat tawuran.

”Tiap aduan kami dengan sigap ke lokasi tawuran. Dan pelaku tawuran saat melihat kami datang, mereka langsung membubarkan diri. Tapi kami menyelidiki pelakunya. Dan pelakunya sudah kami kantongi identitasnya. Terkait pemicunya masih kami lidik,” kata Kapolsek.
Kendati demikian, pihaknya berencana membuat pos pengamanan di wilayah tawuran dengan melibatkan tokoh masyarakat agar tidak lagi ada tawuran di wilayah tersebut.
”Insya Allah kami akan membuat pos pengamanan di wilayah tersebut dengan melibatkan tokoh masyarakat dan berkoordinasi Polsek Tallo untuk melakukan pengamanan di wilayah itu agar warga mendapatkan kenyamanan. Kami juga berharap kepada pihak orangtua yang memiliki pemuda agar tak berhenti menasihati anaknya dengan tidak sembarang bergaul. Berilah pemudanya siraman rohani sebagaimana mereka anak bangsa. Jangan lengah mengontrol anaknya. Sebab anak remaja itu sangat mudah terprovokasi. Disinilah peran orangtua untuk memberikan benteng iman terhadap remajanya,” kata Kapolsek. (ish/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini