Connect with us

Headline

610 Rumah Terendam Banjir, 172 KK Mengungsi

-

BKM/SHILDAM MACET DAN BANJIR-Bukaan jalan depan Toko Satu Sama di Jalan Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa menjadi langganan banjir sekaligus macet. Ruas jalan ini menjadi tempat berbeloknya warga yang hendak menuju BTN Minasa Upa, Makassar. Setiap hari ada ratusan kendaraan terjebak kemacetan parah di lokasi ini.

MAKASSAR, BKM — Cuaca di Makassar sejak kemarin tak lagi terlalu ekstrem. Hujan deras tidak lagi mengguyur. Kendati demikian, jumlah rumah yang terdampak banjir mengalami peningkatan.
Data dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, hingga Jumat (21/1) pukul 12.00 Wita, jumlah rumah yang terdampak banjir mencapai 610 unit. Sehari sebelumnya, tercatat hanya 471 rumah yang terendam.

Kepala BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin memaparkan, Kecamatan Manggala bertambah menjadi 22 kepala keluarga (KK). Terdiri dari 72 jiwa yang mengungsi di Masjid Jabal Nur Jalan Biola 13, Kelurahan Manggala.
Sementara di Biringkanaya bertambah dua titik pengungsian. Yakni di Masjid Nurul Ikhlas BTN Kodam III Jalan Kotipa IV Kelurahan Katimbang, Biringkanaya sebanyak delapan KK terdiri dari 37 jiwa. Dan di Masjid Ar-Ra’mun Jalan Kompleks Bukkang Mata Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya sebanyak 17 KK dan 63 jiwa “Jadi total jumlah pengungsi ada 172 jiwa pada tiga titik pengungsian,” sebutnya.

Dia mengatakan, walaupun ada beberapa wilayah yang terendam banjir, namun tidak semua penduduk mengungsi ke tempat yang disiapkan. “Sebagian masih tinggal di rumah masing-masing, mengingat kondisi genangan masih terkendali,” ucap Achmad Hendra.
Apalagi, kata dia, intensitas hujan lebat tidak secara terus menerus, sehingga saat hujan reda air perlahan surut.
Selain genangan banjir, angin puting beliung juga menerpa rumah warga di Kecamatan Tallo. Lokasi kejadian tepat di Jalan Dg Tantu 1 Lorong 4 RT 006/RW 005 Kelurahan Rappokalling pada pukul 09.15 Wita, kemarin. “Bencana ini menyebabkan dua rumah rusak berat dan dua rumah rusak ringan,” tuturnya.
Adapun kronologi kejadian disebabkan karena hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada 18-20 Januari 2022. Dinas terkait juga turun melalukan penanganan, seperti Dinas Pemadam Kebakaran membantu proses evakuasi, Dinas Sosial menangani kebutuhan dan sembako pengungsi. Sementara Dinas Kesehatan melakukan pelayanan kesehatan. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini