Connect with us

Sulselbar

Memanas Unjuk Rasa Pemuda Sangtorayan Di PN Makale

-

MAKALE, BKM.COM –Agenda mediasi lanjutan sidang gugatan Pemprov Sulsel ke ahli waris H Ali, terkait kasus perdata lapangan Gembira Rantepao, Selasa (25/1) di Pengadilan Negri (PN) Makale, diwarnai aksi unjukrasa.

Sidang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres  Tana Toraja dipimpin Wakapolres Kompol Yulis L.Palayukan. Bahkan satu unit Water Canon disiagakan di halaman PN Makale untuk menghalau aksi unjuk rasa ratusan massa gabungan Mahasiswa dan masyarakat Sangtorayan mendukung jalannya sidang  jika demo ricuh seperti unjuk rasa sebelumnya.

Meskipun demo sempat memanas dan tegang setelat terjadi adu mulut dengan petugas. Namun tidak lama setelah kedua belah pihak menahan diri.

Kasus lapangan Gembira kembali mencuat setelah Pemprov Sulsel melakukan perlawanan hukum kepada ahli waris keluarga Haji Ali, sebab dalam obyek sengketa terdapat dua asset Pemprov Sulsel bersertifikat SMA 2 Toraja Utara, dan
Dinas Kehutanan.

Sebelumnya ahli waris Haji Ali menang di Mahkamah Agung (MA), bahkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) Bupati Toraja Utara ditolak Mahkamah Agung 16 Desember 2020 lalu.

Bahkan Pemkab Toraja Utara harus membayar ganti rugi materil sebesar Rp 150 miliar kepada keluarga Haji Ali.

Selama berlangsung unjuk rasa orator gabungan Mahasiswa dan masyarakat Sangtorayan silih berganti orasi didepan PN Makale, dengan Jenlap Endra Rembonan.

Kata Endra, seruan aksi mahasiswa pemuda dan masyarakat Sangtorayan, tidak akan pernah mundur perjuangkan lapangan Gembira Rantepao (agus).

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini