Connect with us

Bisnis

OJK Sebut Pemulihan Ekonomi Terus Berjalan

-

JAKARTA, BKM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan pemulihan ekonomi di tengah pandemi saat ini memang terus berjalan. Namun, prosesnya membutuhkan beberapa waktu. Pasalnya, meski indikator ekonomi dan jasa keungan terus membaik, namun masih ada ‘luka dalam’ yang patut diperhatikan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan, kendati pertumbuhan kredit sudah mulai berangsur naik, namun beberapa sektor membutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang sektor lainnya untuk kembali pulih.

”Dan ini kami juga tidak akan percaya diri 100 persen bahwa akan pulih semua. Sehingga nanti inilah menjadi luka yang dalam itu. Ini yang masih membutuhkan perhatian cukup besar, terutama terkait sektor pariwisata,” kata Wimboh dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/1).
Wimboh menyebut, hal tersebut berkaitan dengan restrukturisasi kredit di perbankan. Memang, saat ini sudah terjadi penurunan outstanding nilai kredit yang direstrukturisasi. Namun angka ini masih perlu menjadi perhatian jika nantinya seluruh kebijakan sudah dinormalisasi pada 2023 nanti.

Berdasarkan data OJK, per Desember 2021 nilai restrukturisasi masih ada sebesar Rp663,49 triliun dari 4,04 juta debitur. Dari nilai tersebut, UMKM sebesar Rp256,73 triliun dan non-UMKM senilai Rp406,76 triliun. Untuk itu, OJK meminta perbankan untuk bersiap dengan pencadangannya alias CKPN untuk mengantisipasi lonjakan NPL nantinya ketika kebijakan restrukturisasi tersebut sudah dicabut. (int)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini