Connect with us

Headline

Dedikasi untuk Jadi Pusat Medical Tourism Antiaging

Prof Dr Deby Vinski, President Vinski Tower

-

PERNAH mendengar stem cell? Proses pengobatan dengan menggunakan stem cell saat ini terus dikembangkan. Di Indonesia ada Celltech Stem Cell Centre Laboratory and Banking. Prof Dr Deby Vinski selaku owner yang berkunjung ke redaksi Harian Berita Kota Makassar, menjadi tamu pada siniar (podcast) untuk kanal Youtube BKM.

MENDEDIKASIKAN diri untuk menjadi pusat medical tourism pelayanan antiaging. Begitu alasan Prof Deby mendirikan gedung berlantai 10 di Jakarta. Namanya Vinski Tower. Dilengkapi dengan helipad di atasnya. Di tempat ini pula terdapat Celltech Stem Cell untuk pelayanan terpadu kedokteran antiaging.
”Di gedung ini tidak ada yang disewakan. Semua untuk pelayanan. Khusus di lantai enam tidak ada laki-laki di situ. Semuanya perempuan, baik yang dilayani maupun pemberi layanannya,” ujar Prof Deby, yang datang bersama dr Wahyudi Muchsin selaki marketing communication (marcom) untuk Indonesia Timur.
Prof Deby menjelaskan, stem cell yang terdapat pada tali pusat dan jaringan bayi dapat meregenerasi sel-sel baru yang berperan penting dalam penyembuhan puluhan jenis penyakit. Di antaranya berbagai penyakit kelainan darah, beberapa jenis kanker, gangguan sindrom, organ repair, hingga penyakit cerebral palsy, dan lain-lain.
Selain itu, sel di tali pusat ternyata memiliki kontribusi dalam pembentukan sel tulang, sel tulang rawan, jaringan lemak, sel saraf, kulit, sel kornea mata, otak, sel tendon, ligamen, sel liver dan sebagainya. Sehingga sangat disayangkan jika darah tali pusat dan tali pusat bayi kerap kali terbuang begitu saja di kamar bersalin atau kamar operasi oleh orang tua bayi.

”Sel punca itu dapat berdiferensiasi untuk menjadi sel apapun. Misalnya ke otak, akan memperbaiki sel otak. Untuk pria, dapat memaksimalkan vitalitas dan meremajakan organ pria. Juga mengurangi kerutan-kerutan pada kulit. Sementara terapi sel puncak bisa digunakan untuk penderita stroke, auto imun, pikun, parkinson, nyeri pinggan dan yang lainnya. Semua ditangani oleh masing-masing dokter spesiali,” terang Prof Deby.

Dari catatan yang diperoleh Deby, selama ini masyarakat Indonesia menghabiskan Rp158 triliun untuk melakukan terapi sel punca di luar negeri. Kenyataan ini mendorong Prof Deby membuka Celltech Stem Cell. Ia berharap mudah-mudahan dana yang mengalir ke luar negeri itu bisa tetap berada di Indonesia.
Gayung pun bersambut. Setelah izin dari Kementerian Kesehatan terbit, peminat Celltech Stem Cell cukup banyak. Tak terkecuali dari Indonesia timur. ”Sekarang ini kami sedang membangun laboratorium kedua di lantai lima. Sebelumnya sudah ada di lantai tiga (Vinski Tower),” jelas Prof Deby lagi.
Dokter Yudi yang mendampingi Prof Deby, menuturkan bahwa apa yang dikembangkan Celltech Stem Cell saat ini merupakan model pengobatan terkini di dunia kedokteran. Menjadi solusi dan alternatif bagi mereka yang sudah putus asa untuk berobat.
”Metode pengobatannya sudah direkomendasikan untuk penyakit yang sudah berat. Sel-sel yang rusak diperbaiki ulang. Misalnya, jantungnya bermasalah, sel jantung yang diperbaiki. Bolah dikata ini sel cerdas, memperbaiki sesuai yang rusak,” ujar Dokter Koboi, sapaan akrab dr Yudi.
Sebelumnya, masyarakat Indonesia yang ingin menyimpan stem cell lebih banyak ke Singapura. Namun kini mereka ramai-ramai memindahkannya ke Celltech. Selain karena murah, juga faktor bahasa.
”Yang berbeda, karena di sana mereka tidak punya laboratorium. Cellteh punya lab dan juga bank tali pusat. Istilahnya one stop health,” terang dr Yudi. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini