Connect with us

Bisnis

Prudential Syariah Beri Perlindungan Dari Risiko Penyakit Kritis

-

BERI PERLINDUNGAN -- Melalui produk terbarunya, PRUSolusi Kondiri Kritis Syariah, Prudential Syariah memberikan perlindungan dari risiko penyakit kritis bagi diri dan keluarga.

MAKASSAR, BKM — Mengiringi kehadirannya sebagai entitas baru, Prudential Syariah meluncurkan PRUSolusi Kondisi Kritis Syariah, produk asuransi jiwa tradisional (non-unit link) yang memberikan perlindungan atas 60 kondisi kritis tahap akhir.
Inovasi yang sejalan dengan komitmen perusahaan untuk senantiasa mendengarkan, memahami, dan mewujudkan kebutuhan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan proteksi jiwa berbasis Syariah bagi sebanyak mungkin masyarakat Indonesia. Terlebih di tengah ketidakpastian akibat pandemi yang telah memasuki tahun ketiga.
President Director Prudential Syariah, Omar Sjawaldy Anwar, menjelaskan, pihaknya memahami bahwa kebutuhan perlindungan masyarakat kian dinamis. Terutama dimasa yang masih menantang ini. Untuk itu, Prudential Syariah dengan bangga menghadirkan produk perdananya untuk perlindungan jiwa dan kondisi kritis yang komprehensif dan terjangkau, PRUSolusi Kondisi Kritis Syariah.
”Peluncuran ini menegaskan posisi Prudential Syariah sebagai pemimpin pasar dalam menyediakan ragam solusi proteksi serta layanan berkualitas tinggi. Seluruhnya dihadirkan sesuai pilihan hati dengan tetap patuh terhadap fatwa dan regulasi. Inovasi kami diharapkan dapat membantu lebih banyak keluarga Indonesia melindungi masa depan mereka danberkontribusi untukmendorong pertumbuhan asuransi syariah, sejalan dengan misi pemerintah,” kata Omar.
Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, kanker, serta penyakit kardiovaskuler yaitu jantung dan stroke, merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia yang mencapai 73 persen dari semua kematian sepanjang 1999-2019.
Risiko PTM yang hampir semuanya dikategorikan penyakit kritis pun kian meningkat semasa pandemi karena masyarakat rentan terperangkap dalam sedentary lifestyle akibat banyak menghabiskan waktu di rumah, ditambah dengan pola makan yang tidak sehat.

Halaman
1 2 3

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini