Connect with us

Headline

Tiga Peserta UTBK Dibantu Satpam Unhas Berbuat Curang

-

MAKASSAR, BKM — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang pertama di Universitas Hasanuddin (Unhas) diwarnai praktik kecurangan. Tiga orang peserta diketahui melakukannya dengan menggunakan peralatan elektronik berupa earphone.

“Orang luar yang memberikan jawaban kepada peserta ini sementara didalami, karena dialah yang berkomunikasi dengan tiga peserta lewat handphone. Nah, peserta yang didalam ruangan yang mendengar lewat earphone, yang diluar ruang melihat menggunakan video call,” ungkap Kasubdit Humas dan Informasi Publik Direktorat Komunikasi Unhas Ishaq Rahman dalam keterangan persnya di di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung Rektorat Unhas, Selasa (24/5).
Perbuatan tak terpuji ketiga peserta UTBK tersebut bisa dilakukan karena dibantu oleh dua orang petugas keamanan (Satpam) kampus. Mereka pun telah diamankan penyidik Polrestabes Makassar untuk diproses hukum.
“Yang kami curigai tujuh, tapi satu orang ini setelah kami dalami ternyata membawa contekan waktu SMA. Enam orang sudah kami serahkan ke kepolisian untuk diproses, disertai dengan bukti yang ditemukan. Jangan sampai ada oknum lagi di balik ini, karena sistem mereka ini kerja sama. Kerja samanya bagaimana? Kami juga serahkan itu di kepolisian,” jelas Ishaq.

Ishaq mengaku bahwa setiap tahun ada berbagai modus kecurangan saat UTBK berlangsung. Di antaranya, peserta dijanjikan kelulusan dan membayar jutaan sebagai jaminan. Untuk itu, ia memperingatkan agar tidak melakukan hal tersebut.
“Untuk pelaksanaan ke depan akan lebih ketat lagi. Kami tegaskan bahwa Unhas akan memproses siapapun yang bertindak curang dan menjanjikan kelulusan. Jangan coba-coba melakukan hal tersebut, karena itu tidak ada gunanya,” tandasnya.
Sesuai jadwal Lembaga Test Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), pelaksanaan UTBK dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 17 Mei sampai 23 Mei 2022. Sementara gelombang II pada 28 Mei sampai dengan 3 Juni 2022.
Sementara itu, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unhas Prof Ahmadi Miru mengatakan, akan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian dan memberikan memberikan rekomendasi sesuai hasil pemeriksaan tersebut ke pihak kampus, dalam hal ini rektor sebagai pimpinan kampus.
“Akan kami awasi terus pelaksanaan ujian ini. Setelah ada hasil dari kepolisian, selanjutnya akan kita serahkan ke rektor untuk ditindaki,” tandasnya. (ita)

Halaman
1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini