Connect with us

Headline

Mantan Kadis Tersangka Truk Sampah Bodong

Kejari Gowa Tetapkan Lima Tersangka, Satu Supervisor Diler Mobil

-

BKM/SAR DUGAAN KORUPSI--Kajari Gowa Yeni Andriani didampingi Kasi Intelejen Andi Fais Alfi Wiputra dan penyidik, serta tenaga ahli IT Kejari Gowa merilis kasus korupsi truk sampah desa ini, Jumat (3/6).

GOWA, BKM — Kasus dugaan korupsi pengadaan truk sampah pada 86 desa dari 121 desa yang ada di Kabupaten Gowa menyeret lima orang tersangka. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa menetapkan status tersebut sejak Kamis (2/6). Selanjutnya dilakukan penjemputan terhadap empat tersangka di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan. Satu tersangka terancam akan dijemput paksa bilamana belum juga memenuhi panggilan kejaksaan.

Kelima tersangka tersebut adalah AM (kontraktor pengadaan dari PT Bima Raja Mawelang asal Kabupaten Wajo), AS (mantan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/PMD Gowa), SA (Koordinator Kecamatan/Korcam) Bontolangkasa), dan FT (Koorcam Pallangga). Sementara yang belum memenuhi panggilan adalah AAS (supervisor diler mobil).

Kepala Kejari Gowa Yeni Andriani merilis kasus ini kepada sejumlah media di Aula Kantor Kejari Gowa, Jumat (3/6) pukul 10.00 Wita. Ia menjelaskan jika AAS belum juga kooperatif memenuhi panggilan penyidik, maka pihak kejaksaan akan melakukan penindakan tegas dengan penjemputan paksa.

“Supervisor Isuzu akan dijemput paksa jika tidak kooperatif memenuhi panggilan,” tandas Yeni.

Di depan wartawan, Kajari Gowa membeberkan kasus korupsi yang menggunakan alokasi dana desa (ADD) tersebut.

Dikatakan Yeni, di Gowa ada 121 desa yang melaksanakan program pengadaan truk sampah desa. Satu desa satu unit truk sampah. Ada dua jenis merek truk yang diperadakan. Yakni Toyota dan Izuzu. Khusus truk Toyota tidak bermasalah. Yang bermasalah adalah 86 desa yang melakukan pengadaan truk merek Isuzu.

Halaman
1 2 3

www.beritakotamakassar.com

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini