Connect with us

Headline

Berusaha Menjaga Daerah dari Tangan-tangan Jahil

Alpian Alwi, Wartawan BKM yang Jadi Anggota DPRD Lutim

-

TAK jarang terjadi seorang wartawan kemudian terpilih menjadi legislator. Salah satunya dilakoni oleh Alpian Alwi. Ia yang pernah menjadi wartawan Berita Kota Makassar (BKM) di Luwu Timur (Lutim), akhirnya mendapat amanah untuk duduki sebagai wakil rakyat di kampung halamannya. Lalu, apa yang dilakukannya?

PIAN, begitu ia akrab disapa. Memulai karir di BKM pada tahun 2014. Ia menggantikan posisi Irwan Setiawan selaku kepala biro, karena berpulang ke rahmatullah.
”Waktu itu untuk masuk di BKM cukup ketat. Beda dengan media lain. Ada yang khas di BKM, karena mewajibkan kita untuk konsentrasi. Apalagi porsi pemberitaan saat itu lebih kepada peristiwa, kriminal, dan hukum,” ujar Alpian dalam siniar (podcast) di studio BKM Gedung Graha Pena Lantai III. Ia hadir sebagai tamu untuk program khusus dalam rangka HUT BKM ke-25 yang jatuh pada 28 Juni 2022. Program ini menghadirkan mereka yang pernah berkarir di BKM dan kini menekuni profesi di bidang lain.
Alpian menegaskan, setelah bergabung di BKM, dirinya kemudian mencoba beradaptasi bahwa dunia jurnalistik sangat penting untuk melangkah ke hal-hal lebih baik ke depannya. Di tempat ini ini pula Alpian mendapat wejangan yang sangat penting, yaitu bahwa wartawan tidak mesti menerima amplop. Integritas itulah yang dijaga.

”Ketika menjadi seorang jurnalis, saya mendalami bahwa peran media sangat luar biasa untuk kepentingan daerah. Tanpa media pemerintah tidak ada apa-apanya. Media adalah corong informasi tentang hal-hal yang dikerjakan oleh pemerintah,” terangnya.
Ketika berkarir di dunia jurnalistik, Alpian juga menjunjung tinggi silaturahmi. Apalagi agama mengajarkan hal itu.
”Pertama yang saya pegang adalah wartawan adalah pencari berita, bukan pencari musuh. Sesama manusia harus saling menghargai, meski endingnya terkadang ada berita yang sifatnya sebagai kontrol. Namun, hal itu tentu positif bagi masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Yang saya tulis waktu itu adalah oknum, sehingga bisa digarisbawahi ada dugaan ”penjahat-penjahat” di lingkup pemerintahan. Jurnalis mengambil posisi bisa membantu menciptakan pemerintahan yang bersih dan adil,” jelasnya.

Halaman
1 2 3 4

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini