Connect with us

Bisnis

Ekspansi di Dua Lokasi Kontrak Karya

PT Vale Indonesia Adakan RUPST

-

DISKUSI MEDIA -- Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Febriany Eddy dan Wakil Presiden Direktur, Adriansyah Chaniago (kiri atas), Chief Financial Officer, Bernardus Irmanto (kanan atas), serta Senior Manager Communication, S Bayu Aji (bawah), pada acara diskusi media RUPS PT Vale Indonesia yang dilaksanakan secara daring, Selasa sore kemarin.

”Proyek HPAL Pomalaa akan mengadopsi dan menerapkan proses, teknologi dan konfigurasi HPAL Huayou yang telah teruji untuk memproses bijih limonit dan bijih saprolit kadar rendah dari tambang PT Vale di Pomalaa, untuk menghasilkan Produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan potensi kapasitas produksi hingga mencapai 120.000 metrik ton nikel per tahun. Vale dan Huayou sepakat untuk tidak menggunakan pembangkit listrik tenaga batubara captive sebagai sumber listrik dalam bentuk apapun untuk pengoperasian Proyek HPAL Pomalaa,” kata CEO/Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Febriany Eddy.
Seiring dengan RUPST ini, PT Vale juga tetap pada peta jalan untuk mencapai net zero emission pada tahun 2050 dan untuk komitmen di 2030 melakukan pengurangan Emisi Absolut sebesar 33 persen (sepertiga). Perseroan telah berinovasi dengan mengganti ketel diesel dengan ketel listrik.
Selain itu, pengotpimalan tiga pembangkit listrik tenaga air di Sorowako juga tetap dilakukan, yang berkontribusi hingga 32 persen untuk operasional pabrik di sana. Dalam waktu dekat, perseroan juga akan bertransformasi untuk menggunakan kendaraan listrik untuk pengangkutan material tambang, serta ntuk mobilisasi karyawan. (mir)

Halaman
1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini