Connect with us

Kriminal

Putusan Hakim di Kasus RS Batua Dinilai tidak Sesuai Fakta

-

MAKASAR, BKM — Pengacara terdakwa kasus dugaan korupsi RS Batua Kota Makassar yang menyeret mantan Kadis Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, Faisal Silenang, angkat bicara.
Faisal menyoroti putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar, dalam sidang putusan kasus dugaan korupsi RS Batua Makassar.
”Saya heran dan ajaib. Putusan itu biasanya dijatuhkan oleh majelis hakim berdasarkan fakta persidangan yang akhirnya adalah keyakinan hakim,” ujar Faisal Silenang, Senin (20/6).

Faisal menambahkan, tidak mungkin ada hadir keyakinan hakim, tiba-tiba muncul tanpa ada fakta persidangan. Nah, bisa saja ada perbedaan antara fakta persidangan dengan keyakinan hakim.
”Tapi kan harus ada indikator-indikator dalam fakta persidangan. Tapi dalam perkara ini, fakta persidangannya sudah sangat jelas bahwa dari dari 43 saksi hanya 5 yang kenal dokter Naisyah,” kata Faisal Silenang.

Pertama dr Irma Hadade, Taslim pejabat di BPKAD, Tasmin mantan Sekdis Kesehatan Kota Makassar. Supatin Bendahara Pengeluaran, serta Danny Pomanto, wali kota Makassar. Dari kelima saksi tersebut, kata Faisal Silenang, wali kota Makassar dalam kesaksiannya di persidangan mengatakan, kalau selama Naisyah menjabat, Pemkot Makassar mendapat 17 penghargaan dari bidang kesehatan.

Artinya apa, dia memuji kinerjanya dr Naisyah. ”Tidak mungkin dia memuji orang yang salah. Jadi itulah fakta persidangan. Saya yakin sekali, salah itu kalau dr Naisyah dihukum 2 tahun, itu sudah cukup. Harusnya dibebaskan,” tandasnya.
Dibebaskan berdasarkan fakta persidangan, tidak ada yang mengakui Naisyah bersalah. Naisyah tidak pernah melakukan transaksi apapun bahkan oleh ahli pengadaan barang yang dihadirkan JPU.

Halaman
1 2

www.beritakotamakassar.com

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini