Connect with us

Headline

Bacagub Baru Sulit Bersaing Wajah Lama

-

Pertegas Komitmen

Masuknya pendatang baru pada bursa bacagub Sulsel mendapat tanggapan beragam. “Ini dinamika yang lumrah dalam kontestasi pilkada. Namun perlu diketahui penentuan calon kepala daerah di Indonesia oleh parpol sangat Jakartasentris. Artinya, dukungan provinsi dan kabupaten kadangkala tak linear dengan keinginan DPP di Jakarta,”ujar pemerhati politik dari PT Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus, Rabu (22/6).

Menurut Nurmal, mereka semua punya peluang, terutama IAS dan Danny yang memang murni sudah kader parpol. “Hanya Andi Muhammad saya lihat yang mesti terus mempertegas komitmennya untuk ikut bertarung karna masih berstatus TNI aktif,” ujar mantan ketua KPU Kota Makassar ini.
Pengamat politik dari Unhas Dr Andi Haris, mengemukakan seorang calon gubernur harus dilihat dari rekam jejak kerja, kredibilitas dan kapasitasnya selama ini. Termasuk selama menduduki jabatan. “Jadi calon yang ada sekarang ini masing-masing memiliki peluang yang sama, tapi bergantung dari komunikasi politik mereka dengan parpol pengusung. Karena semakin banyak parpol pengusungnya maka akan semakin baik,” terang Dr Andi Haris, kemarin.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unibos Dr Arief Wicaksono, mengungkapkan bila dibandingkan antara calon wajah lama atau wajah baru, akan lebih menguntungkan wajah lama. Karena wajah lama punya track record yang jelas, apakah figur itu berhasil atau tidak berhasil.
“Persoalan sebenarnya terletak pada proses pengusungan atau kandidasi yang berjalan di partai politik itu sendiri sebagai bagian utama dari mekanisme suksesi kepemimpinan di Sulsel,” jelas Arief Wicaksono.

Halaman
1 2 3 4


Populer Minggu ini