Connect with us

Headline

Urai Macet di Jembatan Barombong dan Ide Menarik Zebra Cross

AKBP Zulanda, Kasat Lantas Polrestabes Makassar

-

”Dari pantauan yang dilakukan, saya kemudian membuat rekayasa lalu lintas yang terlihat simpel, biasa dan tidak terpikirkan selama ini,” ujarnya.
Untuk kendaraan yang datang arah luar kota hendak menuju Makassar, di ujung mulut jembatan terdapat simpangan menuju ke perumahan yang menyusuri sungai. Di jalan tersebut sering terjadi tidak sabarnya pengendara yang ingin berbelok menuju Makassar. Hal inilah yang mengakibatkan tundaan berlangsung walau sebentar tetapi berlipat-lipat.

Disebutkan AKBP Zulanda, dari pantauan yang dilakukan, pada pagi hari, kendaraan yang melintas di jembatan Barombong perbandingannya 1:80. Artinya, satu kendaraan datang dari arah Makassar sementara 80 dari luar Makassar. Karena itu, di ujung mulut jembatan dilakukan penutupan total.
Dari dua hari menerapkan rekayasa lalin di titik tersebut dinilai sukses. Namun pihaknya masih akan melihat pada Senin, Selasa, dan Rabu. Jika semuanya berlangsung sukses, nantinya akan dipatenkan. Bersama dengan Dishub, akan dibuat rambu-rambu yang bersifat stasioner.

Diakui AKBP Zulanda, penggunaan jembatan Kaccia sebagai alternatif untuk memecah kepadatan arus lalu lintas sudah memperlihatkan hasil. Namun, Zulanda memperkirakan situasi ini hanya bisa bertahan satu hingga tiga tahun ke depan. Karenanya, ia mengingatkan perlunya membangun jembatan kembar di sana.
”Harapan kita pemkot bisa berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk membangun jembatan kembar. Sehingga akan ada dua jembatan dengan masing-masing satu arah. Besarnya arus lalu lintas bisa terakomodir dari jembatan baru yang hadir,” jelasnya.

Laman: 1 2 3 4

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini