Connect with us

Politik

Gus Muhaimin Apresiasi Film Pesantren

-

IST BERSAMA--Ketua umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar bersama sejumlah pemain usai menyaksikan gala premiere film pesantren karya Sutradara Shalahuddin Siregar di XXI Epicentrum Jakarta Selatan, Senin (1/8)

MAKASSAR, BKM–Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebagkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengaku terkesan sekaligus terharu setelah menyaksikan gala premiere film pesantren karya Sutradara Shalahuddin Siregar di XXI Epicentrum Jakarta Selatan, Senin (1/8).
“Saya benar-benar terharu dan bangga, filmnya orisinil, asli, dan lebih asli lagi (pesantren sebagai objek film) belum berubah seperti waktu saya masih kecil,”ujar Muhaimin yang juga Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini.

Menurut Gus Muhaimin-panggilan akrab Abdul Muhaimin Iskandar, banyak pengambilan angle gambar yang sangat orisinil. Bahkan ada kamera tersembunyi yang tidak diketahui santri bahwa sedang diambil gambarnya. Namun ada juga bagian yang memang mengambil background santri, dan aktingnya bagus.
“Ada di sini tidak orangnya? Ada ustad Diding, nah ini kalau menurut saya perlu diupgrade jadi bintang film beneran. Makanya proses syuting begini lama,” ungkapnya.
“Jadi biasanya kalau santri atau ustad di shot itu biasanya agak canggung, ya kalau saya tidak jadi politisi mungkin akan canggung juga. Jadi lugu kalau di shot di depan kamera, tapi tadi benar-banar natura,” imbuh Gus Muhaimin.
Selain angle shoting yang ciamik, Muhaimin juga mengapresiasi film pesantren sebab mampu menyuguhkan pesan-pesan, ajaran-ajaran dan juga kajian-kajian yang berkembang di pesantren hingga terekspos dengan sangat bagus.

“Padahal ini film dokumenter, tapi dengan alur yang sangat menarik dan saya serius menilai film ini sangat baik. Harapan saya animo masyarakat melihat secara langsung. Dan saya juga menilai subtitle tadi benar-benar bagus menjelaskan alur film,” tuturnya.
Film yang diproduksi oleh Lola Amaria Production tersebut dinilai Gus Muhaimin mampu menyuguhkan suasana, budaya dan tradisi asli pesantren. Menurutnya film tersebut mampu menyajikan fakta meski pesantren ada dengan banyak keterbatasan fasilitas, namun tetap mampu melahirkan manusia yang berkarakter dan punya kemauan belajar yang tinggi.
“Tekad santri untuk belajar di film ini betul-betul kuat dengan fasilitas yang sangat terbatas. Ya begitulah kehidupan pesantren meski dengan banyak keterbatasan fasilitas,” tutur Gus Muhaimin.

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini