Connect with us

Politik

Ajiep: Ada Pejabat Asuransi Yang Belum Tersentuh Hukum

-

IST KETERANGAN--Anggota DPD RI Dr Ajiep Padindang memberikan keterangan terkait ketimpangan yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya

MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr Ajiep Padindang membeberkan sejumlah ketimpangan yang terjadi dalam perusahaan terbatas (PT) Asuransi Jiwasraya (Persero).

Ajiep yang juga ketua panitia khusus (pansus) membeberkan berbagai persoalan yang selama ini terjadi di Jiwasraya hingga merugikan sekitar 3,3 juta nasabah.
“Karena banyak keluhan, pihak DPD lalu mengajukan usul untuk membentuk pansus. Usul tersebut berproses lalu diajukan ke panitia musyawarah hingga sidang paripurna”jelas Ajiep di kantor DPD RI Wilayah Sulsel jalan Nuri Makassar, Kamis (4/8).
Senator Ajiep menjelaskan bila pengusul pansus awalnya melakukan ekspose hingga terbentuk pansus yang beranggotakan 11 orang anggota yang berasal dari alat kelengkapan, komite dan perwakilan daerah.

“Saya sebagai ketua dan ibu Lily Amelia juga masuk dari komite 1. Hingga kini sudah hampir 100 pengaduan yang masuk menggunakan aplikasi online”jelasnya.
PT Asuransi Jiwasraya merupakan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang menghimpun dana masyarakat sejak puluhan tahun.
BPK bahkan sudah memeriksa dean menemukan ada indikasi kerugian negara sebesar Rp32 triliun lebih. Uang tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan karena kelalaian pihak managemen.

“Sudah ada proses hukum yang berjalan, namun masih ada oknum yang belum tersentuh, padahal direksi yang ditahan hanya melanjutkan kepemimpinan sebelumnya. Ada kesengajaan pihak Kementrian BUMN untuk membuat PT Asuransi Jiwasraya kolaps. Ada upaya sistemik sehingga kami membentuk posko pengaduan “ujar Ajiep.
Menurut Ajiep, dalam analisis pansus, dalam menyehatkan PT Asuransi Jiwasraya dimarger atau digabung dalam PT Bahana. PT Bahana lalu membentuk PT Asuransi Jiwa IFG.

Halaman
1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini