Connect with us

Headline

Waspada Puting Beliung dan Hujan Es

BPBD Makassar Siagakan 99 Personel, Tambah Empat Perahu Karet

-

IST PUTING BELIUNG-Bencana angin puting beliung terjadi di wilayah Kecamatan Biringkanaya pada Sabtu (1/10). Sebagian daerah ini juga mengalami fenomena hujan es. BMKG mengingatkan bahwa musim hujan tahun ini datang lebih cepat dari tahun sebelumnya.

MAKASSAR, BKM — Memasuki musim hujan tahun ini, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah melakukan sejumlah persiapan. Terutama dalam menghadapi bencana banjir dan angin kencang yang terjadi di daerah-daerah rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, selain personel, seluruh fasilitas termasuk armada untuk penyelamatan sudah disiapkan. Pihaknya semakin intensif melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kondisi cuaca.
“Berdasarkan informasi yang kami dapat melalui buletin BMKG, tapi masih perlu kami bicarakan lebih dalam lagi, kita sudah masuk musim hujan saat ini,” ungkap Hendra.

Menurutnya, masyarakat sudah harus waspada dan mengantisipasi potensi bencana, khususnya di daerah rawan banjir. Sebab mulai Oktober ini, hujan deras sudah mulai terjadi. Khusus untuk kesiapan personel, kata Hendra, sebanyak 99 personel, termasuk di dalamnya Laskar Pelangi mulai disiagakan. “Semua siap turun jika terjadi bencana di lapangan,” ungkapnya.
Untuk fasilitas, saat ini BPBD memiliki sembilan perahu karet. Dalam waktu dekat akan ada tambahan empat perahu karet lagi yang dianggarkan melalui APBD 2022.
Pengadaan empat perahu karet tersebut saat ini sementara dalam proses lelang. BPBD tidak akan membeli perahu karet biasa, namun yang khusus rescue, lengkap dengan life jacket, helmet, dan peralatan pendukung lainnya.

“Jika empat unit sudah ada, berarti kita punya 13 perahu karet. Dengan kapasitas itu, perhitungan kami, sudah siap layani 15 kecamatan,” terangnya.
Tahun ini, BPBD juga sudah dilengkapi drone dengan spesifikasi memiliki thermal camera. Alat ini ini mampu mendeteksi suhu tubuh manusia, sehingga bisa memudahkan langkah penyelamatan jika terjadi bencana malam hari. Selain itu, juga memiliki lampu sorot dan pengeras suara (speaker).
Drone tersebut sudah diuji coba saat pelaksanaan F8 bulan September lalu untuk memantau area atau kondisi Pantai Losari. “Kita baru punya satu drone. Jika berbicara peta kebencanaan di Makasar, kita butuh empat hingga lima drone,” tambahnya.
Dia melanjutkan, dari kajian risiko bencana, potensinya banjir ada di enam kecamatan. Yakni Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, Tamalate, Panakkukang, dan Rappocini.
Disebutkan Hendra, BPBD masih membutuhkan satu unit speed hunter seperti milik TNI Angkatan Laut untuk menjangkau daerah kepulauan jika terjadi bencana.

Laman: 1 2 3

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini