Connect with us

Sulselbar

Kejati Hentikan Kasus Pidana Pencurian

-

DIHENTIKAN -- Kejaksaan Tinggi Sulbar kembali menghentikan penuntutan kasus pidana lewat pendekatan restorative justice atau keadilan restoratif. Kali ini, jaksa menghentikan perkara pencurian handphone di Mamuju.

MAMUJU, BKM — Kejaksaan Tinggi Sulbar kembali menghentikan penuntutan kasus pidana lewat pendekatan restorative justice atau keadilan restoratif. Kali ini, jaksa menghentikan perkara pencurian handphone di Mamuju.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejaksaan Agung RI menyetujui permohonan penghentian kasus yang diajukan Kajati Sulbar, Muhammad Naim, lewat konferensi video, Senin (17/10).

Ekspose perkara dipimpin langsung Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda, Agnes Triani, pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum dan Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.
Kasus ini melibatkan tersangka Sannang Latif alias Ian asal Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Sannang bekerja sebagai tukang becak di kota Mamuju.
Sementara korban, yakni Amiruddin, warga Binanga, Mamuju. Kasus pencurian tersebut terjadi di kediaaman Amiruddin, pada 3 Januari 2022 lalu.
Berdasarkan keterangan Kasi Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin, alasan dilakukannya pendekatan restorative justice, di antaranya tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman pidana paling lama 5 lima tahun.

Tersangka merupakan tulang punggung keluarga, tersangka dan keluarganya telah meminta maaf kepada korban dan korban pun telah memaafkan tersangka tanpa syarat. Kemudian, korban dan tersangka sepakat untuk berdamai
”Restorative justice dilakukan untuk mengembalikan keadaan semula agar tersangka, korban dan masing-masing keluarganya dapat rukun kembali,” terang Kasi Penkum Kejati.

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini