Connect with us

Metro

Hanya Peroleh Pendapatan Rp100 Ribu perMinggu

Suleha Seorang Pemulung yang Menghidupi Tiga Anaknya

-

TERIK matahari dengan cuaca yang panas terkadang membuat orang malas beraktivitas di jalan. Bahkan orang lebih memilih berteduh karena panasnya bisa terasa hingga di tulang-tulang. Tapi kondisi ini tidak menghalangi Saleha (40) tahun untuk mengais rezeki sebagai pemulung atau payabo-yabo.

Laporan: PKL2

Botol-botol bekas, kardus serta koran yang dijualnya merupakan penyambung hidup keluarga. Saleha setiap hari menggunakan ikat kepala warna hijau dan masker hitam serta baju tidur yang lusuh saat beraktivitas mencari rezeki. Wajahnya yang sayu terlihat lebih tua dibandingkan usia sebenarnya yang mencerminkan seorang yang hidupnya tidak mudah dan penuh perjuangan.

Setiap hari ia harus rela menarik becaknya yang sudah usang serta kedua ban yang tidak mulus lagi. Ia juga seringkali membawa anaknya untuk beraktivitas di jalan. Bahkan sesekali berhenti jika botol bekasnya yang tersimpan di dalam karung jatuh dari atas becak.
Kepada penulis Saleha mengaku memiliki tiga orang anak. Nasib yang membawa Suleha harus bekerja di lokasi yang kotor seperti tempat sampah, jalanan dan drainase. Pekerjaan itu ia telah lakoni selama 15 tahun lamanya. Penghasilannyapun yang ia peroleh bukanlah setiap hari melainkan perminggu.
“Pendapatan saya itu bukan perhari, melainkan perminggu. Hasil memulung ditampung dulu dan pada saat cukup seminggu baru bisa ditimbang. Biasanya saya dapat Rp100 ribu dan paling banyak Rp200 ribu. Pendapatan ini untuk memenuhi kebutuhan tiga orang anak dan suami,”ujarnya.
Ditanya soal pekerjaan suaminya, Saleha mengaku sebagai petugas yang mengangkut sampah. Pendapatan suaminya juga belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga orang anak dan asap di dapur.

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini