Connect with us

Sulselbar

Mengenal Takae Highland di Soppeng

Tawarkan Pengalaman Baru Healing Menikmati Keindahan

-

SOPPENG,BKM.COM–OBYEK wisata di Kabupaten Soppeng kian banyak. Putra daerah ramai-ramai pulang ke kampung halamannya untuk berinvestasi. Salah satu yang cukup terkenal saat ini adalah Takae Highland.

BERLOKASI di Desa Pising, Kecamatan Donri-donri, Takae Highland menawarkan banyak fasilitas. Pengalaman baru healing untuk menikmati keindahan pemandangan alam tersaji di tempat ini.
Pemilik Takae Highland adalah Al Amin Samsu Niang. Ia mengaku mulai melirik bisnis ini sejak tahun 2018.
Gen bisnisnya turun dari sang kakek yang seorang pedagang. Dari kecil hingga besar Al Amin bekerja di tokok milik kakeknya. Ia sering menjaga warung itu. Naluri bisnisnya pun kian terasah hingga sekarang. Takae Highland menjadi pembuktiannya.
Lokasi wisata ini memiliki luas 10 hektare. Namun untuk saat ini, yang diaktivasikan untuk kawasan pariwisata baru 1 hektare.
”Dulu lokasi ini kebun jati dan gersang. Di awal-awal pandemi, saya dinyatakan positif Covid. Solusinya adalah isolasi mandiri dan berjemur. Suatu waktu jalan-jalan dan jogging di daerah ini. Tempat ini sebenarnya sangat bagus dan indah. Bisa dimanfaatkan ketika pandemi usai. Dari situlah muncul inspirasi untuk menjadikannya kawasan wisata,” terang Al Amin.
Duduk di atas motor Vespad klasik yang sengaja dipasang di kawasan Takae Highland, putra politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Samsu Niang ini mengaku melihat ada fenomena menarik di tengah masyarakat ketika itu. Mereka punya keinginan untuk healing dan membuat konten yang cukup tinggi. Karena itulah ia kemudian menciptakan tempat wisata guna mewujudkan keinginan tersebut.
Sambil bergeser ke titik lain, Al Amin menceritakan tentang tanaman yang ada di lokasi ini. Karena tekstur tanahnya yang bagus dan subur, maka yang ditanam adalah bunga asli. Bukan artificial (palsu) seperti di sebagian tempat wisata yang ada. Hal itu punya latar belakang tersendiri.
”Orang-orang di sini pintar berkebun. Aneka tanaman bisa tumbuh di lokasi ini, sehingga membuatnya tampak indah,” ungkap Al Amin sambil memperlihatkan tanaman yang dimaksud.
Dari lokasi tanaman bunga, Al Amin mengajak ke titik sentral yang ada di Takae Highland. Di tempat ini terdapat kafe, kick corner, hingga kolam renang yang mendukung aktivitas pengunjung. Mereka juga bisa menikmati live music pada hari Sabtu dan Minggu pukul 16.00-18.00 Wita. Juga bermain tenis meja serta berswafoto.
Saat ini ada 38 orang karyawan yang bekerja di tempat wisata ini. Mereka semua merupakan warga Soppeng. Al Amin menjelaskan alasannya merekrut mereka.
”Saya selalu percaya bahwa lokasi wisata itu tempatnya orang bekerja. Jika dibandingkan dengan sektor lain, industri pariwisata paling tinggi menyerap tenaga kerja. Karena itu saya berusaha untuk menampung SDM sebanyak-banyaknya,” jelas Al Amin.
Menurutnya, untuk mendukung operasional Takae Highland, dibutuhkan banyak SDM. Mereka ditempatkan di beberapa bagian. Seperti untuk petugas kebersihan dan keamanan. Dengan cara itu, Al Amin mengaku bisa menstimulasi ekonomi masyarakat.
Ke depan, Al Amin punya target bisa membuka lapangan kerja sebesar-besarnya melalui Takae Highland. Salah satu caranya dengan aktivasi dan ekspansi lahan selua-luasnya. Dari sisi bisnis, saat ini tengah dibuat sawah, kebun, empang dan juga beberapa agrowisata lainnya.
”Kita lihat sektor pertanian di Soppeng ini sangat bagus. SDMnya paham betul tentang pertanian. Dari lahan yang kita buat, sudah beberapa kali panen. Hasilnya ada yang dikonsumsi oleh pengunjung, dan sebagian dijual,” ungkapnya.
Selain padi, di lokasi ini juga ditanam semangka, timun, cabai, hingga labu. Al Amin bersama para karyawannya berusaha bagaimana memproduksi bahan mentah untuk dijual di Takae Highland.
Ditanya tentang omzet, Al Amin menyebut bahwa di tiga bulan pertama dibukanya tempat ini, bisa mencapai angka hampir Rp2 miliar. Triwulan pertama ini dijadikan sebagai patokan, untuk selanjutnya dievaluasi pada triwulan berikutnya.
Sebagai owner, ia selalu ingin menciptakan hal-hal baru. Planning ke depannya adalah menciptakan wahana dan spot baru, hingga pengunjung yang datang bisa mendapatkan pengalaman baru pula. (*/rus)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini