Connect with us

Gojentakmapan

Enam Desa di Maros Terendam Banjir

-

MAROS, BKM — Sedikitnya enam kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terendam banjir setelah diguyur hujan lebat selama seharian, Sabtu (19/11). Salah satu wilayah terparah yang terdampak banjir berada di Dusun Kampala, Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Maros Baru, ketinggian air mencapai 1,5 meter di rumah warga.
Selain merendam pemukiman, banjir juga memutus akses jalan penghubung kecamatan menuju kota Maros, ketinggian air di jalan mencapai pinggang orang dewasa. Akibat bajir ini, aktivitas warga pun jadi terhambat, untuk keluar rumah mereka terpaksa menggunakan perahu, sementara bagi warga yang tidak memiliki perahu, mereka hanya bisa pasrah diatas rumah sembari menunggu datangnya pertolongan.

Salah seorang warga bernama Fatmawati mengatakan, banjir terjadi sejak Jumat malam, dan hingga sekarang ketinggian air terus bertambah.
”Semalam mulai banjirnya. Banyak barang yang rusak terendam. Sebagian dievakuasi ke lantai atas rumah, berhubung di sini banyak rumah panggung,” kata Fatma.
Ia menyebutkan, ketinggian air di dalam rumah sudah mencapai leher orang dewasa. Untuk keluar harus menggunakan perahu atau berenang karena jalan terputus. Fatma berharap, pemerintah setempat bisa secepatnya melihat kondisi warga yang terdampak banjir parah ini.

”Ini hanya tinggal di rumah. Tidak bisa buat apa-apa. Tambak dan lahan di sawah juga terendam air. Kita berharap pemerintah datang melihat kami,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya bernama Sardia, mengatakan, akibat banjir warga mulai terserang penyakit gatal-gatal utamanya pada anak-anak.
”Banjirnya sejak kemarin. Sekarang makin parah. Banyak warga mulai terserang gatal-gatal. Kita berharap ada bantuan sembako dan obat-obatan dari pemerintah kita,” ucapnya.
Di tempat terpisah, Bupati Maros, Chaidir Syam, menyebutkan, ada 6 kecamatan yang dilanda banjir, pihaknya sendiri sudah menyiagakan posko bencana 24 jam. ”Info yang terdampak banjir yakni Kecamatan Simbang, Bantimurung, Maros Maru, Lau, Mandai, dan Kecamatan Turikale. Kita sudah menyiagakan posko bencana 1×24 jam mulai dari posko kabupaten sampai posko kecamatan dan desa untuk memantau situasi di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Selain menyiagakan Posko bencana, pihaknya juga sudah melakukan kordinasi intens kepada seluruh pihak terkait di lapangan. ”Alhamdulillah, kita juga sudah membangun koordinasi yang baik antara semua pihak pemerintah dan TNI-Polri di lapangan,” ujarnya. (ari/c)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini