Connect with us

Headline

Mensos Ungkap Penyebab Longsor di Poros Malino

Instruksikan Ditangani dengan Cara Tradisional Pakai Bambu

-

IST LOKASI LONGSOR-Mensos Tri Rismahari disaksikan Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, menjelaskan kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman dan Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni terkait penanganan longsor di poros Malino saat berkunjung ke lokasi, Sabtu (19/11). Personel kepolisian melihat dari dekat kondisi mobil Luxio warna silver yang terseret material longsoran, mengakibatkan dia orang penumpangnya meninggal dunia. Para korban berasal dari Sinjai Barat.

GOWA, BKM — Bencana longsor yang terjadi di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa mendapat perhatian dari Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mantan Wali Kota Surabaya ini mendatangi lokasi kejadian, Sabtu pagi (20/11).
Hingga kemarin, masih ada satu korban longsor yang belum ditemukan. Seorang bocah berusia enam tahun bernama Royan, diperkirakan ikut tertimbun material longsoran yang terjadi pada Rabu (16/11) pukul 18.00 Wita. Sementara orang tua Royan yang juga menjadi korban, telah ditemukan pada Kamis lalu dalam kondisi tak bernyawa tertimbun sedimen longsor dinding bukit di poros Lonjoboko-Malino. Jalan yang tertutup longsor diperkirakan sepanjang 200 meter.
Mensos berada di lokasi longsor pada pukul 10.00 Wita. Ikut serta Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni.

“Ada tujuh yang meninggal. Masih ada satu yang belum ditemukan, enam orang sudah ditemukan. Yang tujuh orang itu semuanya kita berikan santunan,” terang Mensos.
Di lokasi, Mensos Risma dengan seksama memperhatikan kondisi longsoran. Ada beberapa hal yang menjadi fokus perhatiannya. Salah satu yang menjadi temuannya adalah bahwa dinding lahan (berbukit) di area longsoran dan sekitarnya tidak memiliki penahan, sehingga dipastikannya lokasi seperti itu memang rawan terjadi longsor.
“Saya melihat memang tidak ada penahan. Ini kan air kalau dari atas ke bawah kecepatannya tinggi sekali, jadi bisa meluluhlantakkan seluruh tanaman yang menjadi jalur sedimen longsor turun ke bawah,” ungkap Risma.
Mensos mengatakan, di lokasi longsor ini memang harus dilakukan penanganan segera dengan mengendalikan aliran air dari atas bukit. “Jalan satu-satunya yaitu airnya kita tahan, sungainya kita perdalam untuk menahan laju air. Karena kalau air itu tumpah ke bawah ini semakin kencang. Cara tradisional adalah membendung aliran air menggunakan bambu. Cara ini cukup efektif dan tidak membutuhkan anggaran besar. Kita lakukan dengan kearifan lokal. Saya pikir lebih baik daripada kita buat proyek-proyek yang menghabiskan uang banyak,” tandasnya.
Untuk itu ia berharap Pemerintah Provinsi Sulsel segera bergerak melakukan pembuatan talud dan tanggul sebagai penahan di bagian atas sisi-sisi jalanan.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam kesempatan itu, berjanji pemerintah provinsi segera melakukan upaya penanganan longsor di poros Lonjoboko-Malino. ASS sendiri mengaku sangat prihatin atas kejadian bencana ini. Dia berharap korban yang masih dicari segera ditemukan. Semoga pula cuaca bisa bersahabat agar proses pencarian lebih mudah.
“Kami akan mengawal pencarian korban yang belum ditemukan. Selain itu, kami akan menindaklanjuti usulan Ibu Mensos terkait penanganan yang akan dilakukan agar air tidak deras ke bawah,” ujarnya.

Laman: 1 2 3 4 5

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini