Connect with us

Gojentakmapan

Buaya Besar Muncul di Saluran, Warga Lekoala Geger

-

TANGKAP -- Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Maros sedang berusaha menangkap seekor buaya besar sepanjang 3,5 meter yang ditemukan di saluran depan rumah warga, Senin kemarin.

MAROS, BKM — Warga Lekoala, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, pada Senin pagi (21/11), geger. Pasalnya, seekor buaya berukuran besar ditemukan di saluran depan rumah warga.

Buaya sepanjang 3,5 meter itu ditemukan di sebuah saluran irigasi di jalan poros Leppakomai, Lingkungan Lekoala, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru. Kepala Desa Borikamase, Aswin yang dihubungi wartawan, mengatakan, buaya yang ditemukan warga berada di saluran irigasi saat warga hendak melaksanakan salat subuh.
Warga kemudian menghubungi warga lainnya untuk menyaksikan keberadaan buaya yang berukuran besar itu. ”Jadi warga melaporkan ada buaya disaluran irigasi yang ada depan rumah warga,” kata Kepala Desa Borikamase.

Dikatakan Kades, sekitar pukul.07.00 Wita, petugas langsung melakukan evakuasi binatang reptil (buaya) dari saluran air ke sungai oleh tim Damkar dan warga sekitarnya. Hanya saja, saat hendak ditangkap, buaya besar itu terus berlari di dasar air.
Sehingga warga lain menutup saluran yang bisa dilalui buaya kabur ke pemukiman warga. ”Sekitar dua jam petugas Damkar baru berhasil mengevakuasi buaya dengan menggunakan tali dan alat tradisional lainya,” kata Kades.

Disebutkan Kades, buaya yang berukuran besar itu diduga masuk ke saluran irigasi ketika banjir datang pada hari Jumat. Hanya saja, baru kelihatan ketika air saluran sudah mulai surut. Ketika air surut, buaya itu sedang mencari jalan untuk keluar ke sungai besar. Hanya saja, jalan yang dilalui sudah tertutup.
”Sehingga buaya itu hanya mengapung di saluran irigasi depan rumah warga. Dan warga khawatir jika buaya itu tidak cepat dievakasi bisa naik ke rumah warga. Buaya yang berhasil dievakuasi itu telah dibawa ke sungai besar oleh petugas Damkar Maros,” ujar Kades
Diceritakan Kades, buaya yang ditemukan itu diduga adalah buaya yang sering dilihat warga menjemur di tepi sungai Pallantikang. Ukuran dan warna kulitnya sama. Sehingga warga meminta agar dikembalikan ke sungai Maros.
Secara terpisah, salah seorang warga setempat bernama Hj Jumhaena yang dihubungi wartawan, mengatakan, buaya yang ditemukan di saluran irigasi disebut sebagian warga adalah buaya kembaran manusia.
”Buaya yang ditemukan warga dipahami sebagian warga adalah buaya kembaran manusia. Sehingga warga minta agar dikembalikan ke sungai Maros,” sebut Hj Jumhaena. (ari/c)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini