Connect with us

Metro

Empat Rekanan Terancam Dipidanakan

-

RANTEPAO, BKM — Empat rekanan di Toraja Utara (Torut) yang belum kembalikan kerugian keuangan sesuai temuan BPK ke kas daerah terancam berurusan hukum dan dipidanakan.

Plt Kepala Inspektorat Torut, Joni Kantong, Rabu (23/11) menjelaskan berdasarkan temuan BPK tahun 2017, 2018, dan 2020 sebesar Rp 4.937.105.560,67
telah ditindaklanjuti tim Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) pada Tahun 2021 menghasilkan keputusan final dan mengikat, rekanan harus mengembalikan dan menyetor ke kas daerah.

Menurut Joni pihaknya sudah memanggil rekanan bersangkutan untuk segera meyelesaikan temuan BPK secara bertahap sesuai perjanjian dan putusan sidang TPTGR. Isi perjanjiannya rekanan siap mengembalikan temuan secara bertahap dengan cara mencicil.
”Jika tenggang waktu pengembalian diabaikan rekanan, maka bersiaplah berurusan dengan hukum sebab akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Makale untuk tindaklanjuti pidananya, ”ujar Joni.

Joni tidak menampik satu rekanan telah menyetor ke kas daerah Rp 214 juta, dan tahun 2022 kembali dua rekanan menyetor masing-masing Rp 50 juta. Sehingga total setoran tiga rekanan Rp 314 juta. Satu rekanan lainnya belum pernah setor ke kas daerah, sehingga masih tersisa temuan BPK Rp 4.623.105.560,67.
Joni merinci lima pekerjaan ruas jalan temuan BPK, selain peningkatan jalan Tallunglipu-Deri 2017, juga peningkatan jalan barana’-Pangli 2017, peningkatan jalan Tagari-Balusu 2017, peningkatan jalan Minanga-Sarang-Sarang 2018, peningkatan jalan Karasiak Ke’pe-Pangli-Barana 2020 dan bangunan gedung Kantor Bupati di Panga’ 2019.
Meski demikian satu rekanan menjaminkan bangunan Rukonya bentuk perjanjian jaminan kepada Pemda Torut tanpa merinci nilainya. Sesuai putusan TPTGR ke empat rekanan sudah jatuh tempo perjanjiannya, sehingga sudah saatnya proses pidana bangunan gedung sudah di sita dan di lelang. (gus/C)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini