Connect with us

Headline

IRT Gantung Diri Pakai Sarung Dikaitkan ke Besi Ayunan Anak

-

MAKASSAR, BKM — Kamis (24/11) subuh pukul 05.00 Wita. Warga yang berdomisili di Jalan Biring Romang Lorong 8, BTN Rezki, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar ramai-ramai keluar dari dalam rumahnya. Mereka menuju ke sebuah rumah yang ada di lorong tersebut.
Sesosok tubuh perempuan baru saja ditemukan meninggal dunia. Wanita bernama Andi Dwi Lestari (23) itu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam kamar menggunakan sarung yang ia kaitkan ke besi ayunan anak.

Personel Polsek Tamalanrea yang mendapat laporan dan informasi adanya kejadian tersebut, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi, polisi meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Jamaluddin (51), ayah korban kepada petugas menjelaskan, tengah malam pukul 23.00 Wita ia melihat anaknya itu masuk ke dalam kamar. Kemudian sekitar pukul 03.00 Wita anak korban mendengar suara menangis, sehingga saksi membangunkan korban. Namun tidak ada jawaban. Jamaluddin kemudian berusaha membuka pintu kamar korban, namun terkunci dari dalam. Pintu kamar itu pun dibuka dengan paksa menggunakan obeng. Ketika pintu terbuka, alangkah kagetnya Jamaluddin melihat putrinya sudah meninggal dalam keadaaan tergantung.

Saksi lain yang juga kakak korban, Suptiadi (28) dalam keterangannya, mengaku awalnya ia mendengar suara seseorang. Ia membangunkan korban Andi Dwi Lestari  dengan suara keras. Akibatnya, Suptiadi terbangun dan ikut membangunkan korban.
Karena tidak ada jawaban, Suptiadi bersama bapaknya Jamaluddin berusaha membuka pintu kamar korban yang terkunci dari dalam dengan menggunakan obeng.
Setelah mendapati korban meninggal gantung diri, saksi panik dan berusaha menghubungi Bhabinkamtibmas. Tak lama kemudian saksi bersama kedua orang tuanya berinisitif menurunkan jasad korban dan membawa ke ruang tengah rumahnya.
Sedangkan saksi Hj Hasmia (49), pada pukul 03.00 Wita ia bangun tidur dan langsung mengetuk pintu kamar korban untuk menjaga anaknya. Namun tidak ada jawaban.
Selanjutnya, pada pukul 03.30 Wita, saksi menyuruh adik-adik kandungnya untuk mencungkil pintu. Di situlah ia melihat korban tergantung menggunakan sarung. Tidak menunggu lama saksi langsung menyuruh untuk menurunkan korban.
Menurut keterangan keluarga, korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri diduga karena selalu bertengkar dengan suaminya yang saat ini bertugas di Batam. Bahkan, korban sebelumnya sudah berulang kali mencoba bunuh diri setiap kali bertengkar dengan suaminya, namun selalu didapat oleh orang tuanya.
Pihak keluarga menerima dan tidak keberatan dengan kematian korban. Mereka membuat surat pernyataan agar jasad korban tidak dibawa ke rumah sakit, karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. (jul)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini