Connect with us

Metro

”Semoga Semua Lebih Care pada Anak dengan Sindroma Down”

Rosmaladewi, Ketua KOADS Kota Makassar

-

MAKASSAR,BKM–ANAK dengan down syndrome (DS) di Sulawesi Selatan saat ini berada di kisaran 400 orang. Dari jumlah itu, yang tergabung dalam Komunitas Orang Tua Anak dengan Sindroma Down (KOADS) tercatat 200-an orang. Mereka aktif berbagi kisah dan kegiatan tentang putra putrinya.

ROSMALADEWI, Ketua KOADS Kota Makassar hadir di studio siniar Berita Kota Makassar, Rabu (7/12). Ia datang didampingi Sekretaris Triyanti Oktarina.
Dalam penjelasannya, Rosmaladewi mengatakan bahwa ia memiliki seorang putri yang kini beranjak remaja. Buah hatinya yang bungsu dari tiga bersaudara itu merupakan anak dengan sindroma down. ”Dulu anak saya pernah bersekolah. Tapi karena pandemi, akhirnya sekarang sudah tidak mau lagi sekolah. Untung ada KOADS yang bisa menjadi tempatnya untuk bergabung,” tuturnya.
Ia kemudian bercerita tentang latar belakang hadirnya komunitas ini. Bermula dari ibu-ibu yang memiliki anak DS dan punya keinginan untuk saling berbagi.
”Dulunya hanya sebatas sebagai gabungan ibu-ibu yang tergabung dalam grup WA, untuk saling sharing tentang sindroma down. Kemudian terbentuklah KOADS yang secara administrasi telah disahkan,” ungkap Rosmaladewi.
Untuk lebih menguatkan peran KOADS yang dilaunching 2020 lalu, pada hari ini, Kamis (8/12) akan diresmikan sekretariat komunitas di Jalan Bonto Mangape, Makassar. Dengan adanya sekretariat ini diharapkan anak-anak DS bisa mendapatkan tempat khusus dalam berkegiatan. Orang tua mereka juga bisa lebih mudah mengakses informasi serta dapat berbagi kisah dan pengalaman tentang anak-anak istimewa mereka.
”Kegiatan yang dilaksanakan di KOADS ini bukan hanya oleh anak-anak. Orang tua juga ikut berpartisipasi. Mereka biasa membuat kerajinan, selendang, serta syal dengan motif nuansa Makassar. Sedangkan anaknya lebih ke arah kesenian, seperti menari dan fashion show. Di KOADS memang ada volunteer (relawan) yang mengarahkan mereka sekaligus orang tuanya,” terang Rosmaladewi.
Sekretariat KOADS yang difasilitasi oleh Pemprov Sulsel untuk ditempati selama lima tahun, nantinya bukan hanya jadi tempat berkumpul semata. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan. Karena bukan hanya relawan yang ada, tapi juga dokter anak, hingga psikolog. Dilaksanakan pula pemeriksaan gigi dan mata secara rutin dan gratis.
Diakui Rosmaladewi, KOADS terbuka seluas-luasnya bagi mereka yang ingin bergabung. Bahkan saat ini bukan hanya orang tua anak DS di Sulsel saja yang tercatat ada di komunitas ini. Namun ada pula dari Kendari, bahkan Papua.
Di bagian akhir penjelasannya, Rosmaladewi berharap ke depan agar anak-anak istimewa mereka tetap mendapat perhatian. Tidak membeda-bedakan dengan yang lain. Sebab mereka juga punya hak yang sama. ”Semoga pemerintah dan semuanya bisa lebih care dalam memberikan perhatiannya kepada anak-anak dengan sindroma down,” imbuhnya. (*pkl1/rus)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini