×
Connect with us

Metro

Jalan Nasional yang Rusak dan Ringan Capai 112,30 Km

Pemprov Sulsel Buka Akses di Wilayah Terisolir

-

ist PERBAIKAN--BBPJN bersama Pemprov Sulsel tahun ini fokus mengerjakan sejumlah jalan rusak di kabupaten/kota di Sulsel. Bahkan Pemprov Sulsel akan memperbaiki jalan untuk membuka akses ke wilayah yang terisolir.Tampak pekerja dari Dinas PUTR Sulsel mengerjakan salah satu jalan yang rusak.

MAKASSAR, BKM — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel menegaskan jika masih ada beberapa jalan nasional dalam kondisi rusak ringan dan berat hingga sepanjang 112,30 km dari total 1.738,96 Km.

Kondisi jalan nasional yang rusak ringan dan berat di Sulsel, itu terbesar pada koridor batas Kabupaten Maros -Ujung Lamaru-Watampone-Pelabuhan Bajoe.
Kepala BBPJN Sulsel, Reiza Setiawan menyebut, di koridor jalan tersebut mengalami rusak ringan dan berat sepanjang 29,70 Km.
“Koridor tersebut mulai ditangani melalui kontrak longsegment MYC 2023-2024,” ucapnya dalam keterangan, akhir pekan kemarin.
“Sehingga diharapkan kondisinya menjadi mantap pada akhir penanganan,” sambung Reiza.
Di Sulsel sendiri papar Reiza, kondisi jalan rusak ringan dan berat pada Jalan Nasional di Sulsel mencapai 6,40 persen atau sepanjang 112,30 km, dari total 1.738,96 Km.“Jalan kategori mantap adalah 93,60 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga kembali melanjutkan penanganan rekonstruksi jalan Minasatene di Kabupaten Pangkep .
Paket rekonsruksi jalan ruas Pangkep – Matojeng – Tondong Kura – Kali Genrang – Batas Kabupaten Maros di Kabupaten Pangkep menjadi salah satu prioritas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman untuk ditangani tahun 2023 ini.

“Alhamdulillah, Rp26 M alokasi PAGU TA 2023 untuk rekonsruksi jalan ruas Pangkep – Matojeng – Tondong Kura – Kali Genrang – Batas Kabupaten Maros di Kabupaten Pangkep tengah memasuki tahap MC-0,” ungkap Gubernur Andi Sudirman, Minggu (19/3).
Penanganan jalan Minasatene ini menjadi prioritas kami untuk ditangani secara bertahap. Dimana tahun ini rencananya untuk menangani sepanjang 3,1 km. Untuk tahun 2022 lalu, telah ditangani sepanjang sekitar 4,375 km.

“Ini menjadi salah satu fokus kita untuk dikerjakan bertahap, karena termasuk kategori LHR tinggi dan rusak berat,” jelasnya.
Jalan ini nantinya akan menghubungkan ruas ruas Parigi – Bungoro (Bone-Barru-Pangkep).
“Jalan ini akan menjadi rute alternatif jika poros jalan Nasional pada Maros – Bone melalui camba mengalami kemacetan,” pungkasnya.
“Kita berharap dengan penanganan jalan ini dapat membuka akses bagi wilayah terisolir, serta akan menggeliatkan sektor perekonomian masyarakat,” imbuhnya. (jun)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini