pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

HM Aras: Empat Pilar Menjadi Perekat Hidup Berdampingan

MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dr H Muhammad Aras menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada seluruh karyawan Emerald Grup di Lantai III Gedung White House, Jalan Beruang, Makassar, Selasa (28/3).
Sosialisasi kali ini dirangkaikan kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri Ustadz Usman Jasad, dan Ustadz Hamka Anas yang menutup sosialisasi dengan berdoa bersamamoderator Masykur Tahir.

Muhammad Aras menjelaskan tentang pentingnya empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai perekat dan pemersatu elemen bangsa.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sulsel ini, kemudian menjelaskan secara rinci tentang inti setiap pilar kebangsaan.
“Isi dari empat pilar kebangsaan adalah Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Lebih jauh, Muhammad Aras mengambil contoh kongkrit yang hidup di tengah kehidupan masyarakat sebagai implementasi praktis terhadap empat pilar kebangsaan.
“Empat pilar menjadi perekat sehingga kita bisa hidup berdampingan meski suku dan nuansa kedaerahan sangat kental,” lanjutnya.
Mantan Ketua DPW PPP Sulsel ini menuturkan sebagai manusia tentu tidak ada yang bisa terlepas dari aturan. “Empat pilar merupakan pedoman dalam membuat aturan. Termasuk apa yang dijalani sehari-hari,” ujarnya.
“Kita semua ini di bawah nauangan negara yang harus kita jaga. Tidak boleh mendirikan negara di atas negara. Kemudian ada bhineka tunggal ika. Dari sekian puluh ribu suku, tapi pedoman kita adalah Pancasila,” tutupnya.

Sikapi Soal Kerusakan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

ANGGOTA DPR RI Dr H Muhammad Aras juga menyikapi soal kerusakan infrastruktur jalan dan robohnya penyangga Jembatan di Bojo, yang dibangun Kementerian PUPR.
Menurutnya, persoalan kerusakan jalan di masa pemerintahan ini bisa sebagian besar dituntaskan. “Kami sementara mengawal pengimputan memasukkan daerah-daerah memang yang rusak berat, terutama Jalan provinsi dan kabupaten agar ini menjadi perhatian. Sehingga tentu masyarakat Sulsel bisa terlayani dengan baik,”ujar HM Aras.

Soal jalur Camba- Bone, menurutnya yang pertama adalah menyiapkan anggaran untuk pelebaran jalan sehingga fasilitas infrastruktur ini bisa memadai untuk tidak terjadi macet lagi.

“Dan kami siap memberikan anggaran untuk bisa menyelesaikan. Anggaran tersebut kurang lebih Rp204 miliar tahap pertama yang sudah berkontrak dan sementara pengerjaan disana. Kami minta supaya untuk pelaksanaan yang lebih mendesak adalah di tempat-tempat yang biasa ada kemacetan itu langsung dilebarkan, dikikis tebing-tebingnya supaya ini meluas. Kemudian ada yang untuk pelebarannya dilebarkan ya paling minimal ada tempat kendaraan untuk bisa dipinggirkan kalau ada terjadi masalah di sana terus minimal juga bisa berpapasan kendaraan itu yang pertama harus dilakukan.”ucapnya
Yang kedua, adalah tentu menyelesaikan secara menyeluruh sesuai dengan kondisi yang ada saat ini. Aada beberapa jalan yang memang perlu dibuatkan Elevated (layang). Oleh karenanya, tahun 2023 dan 2004 sudah siapkan anggaran kurang lebih Rp157 miliar untuk buat Elevated.
Tetapi, tetap jalan itu bisa dipergunakan walaupun tidak selancar seperti biasanya. Nah kali minta nanti Kementerian Perhubungan bersama dengan Korlantas untuk melakukan rekayasa jalan lalu lintas. Supaya ini tentu tidak mengakibatkan lebih macet lagi.

Lagi pula ini juga mungkin orang-orang yang bisa melalui jalan alternatif lain juga bisa. Apalagi sekarang Bulu Dua juga sudah mulai berfungsi bagus juga kan.
Jemudian yang ketiga yang harus dilakukan adalah bagaimana dititik rawan kemacetan ini dari pihak Kementerian Perhubungan bersama dengan Korlantas ada stand by setiap saat sehingga bila terjadi sesuatu Crash atau krodit di perjalanan mereka sudah langsung bisa menyelesaikan di tempat itu. Sehingga ini tidak berlangsung lama sampai ber jam-jam paling puluhan jam.
Kemudian, kita anggaran yang yang ketiga, kurang lebih Rp66 miliar dari Koppe ke Taccipi untuk menyelesaikan 15 kilo untuk pelebaran juga untuk mengantisipasi kemacetan di Sumppa Labu. “Yang jelas arus poros Makassar sampai ke Bone bisa lebih lancar seperti itu. Kan ada Inpres jalan sebesar Rp 32 triliun yang direncanakan pemerintah,”jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov Sulsel memprioritaskan pembangunan jalan ruas Takkalasi-Bainange-Lawo.
Akses bypass Kabupaten Barru ke Kabupaten Soppeng ini dibangun secara bertahap. Sekitar 150 Miliar telah digelontorkan untuk membuka akses bagi wilayah terisolir dan memangkas jarak tempuh. “Sekitar Rp150 miliar telah dialokasikan Pemprov Sulsel,” sebut Gubernur Andi Sudirman.
Jika biasanya melalui Bulu Dua harus menempuh jarak sekitar 70 km. Namun, melalui ruas Takkalasi-Bainange-Lawo hanya menempuh 38 km. Ini mempersingkat perjalanan dari Barru ke Soppeng sekitar 30 km. (rif)


Share


Komentar Anda