SEJUMLAH Partai lama apalagi partai baru ditengarai minus tokoh untuk mendulang suara pada pemilu legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 mendatang.
Parpol itu butuh banyak tokoh pendulang suara untuk didaftar sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Empat partai lama juga ditengarai minus tokoh, seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang hanya mengandalkan tiga tokoh seperti Amir Uskara, dan Imam Fauzan.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hanya mengandalkan Andi Ridwan Wittiri dan Rudi Pieter Goni, Partai Amanat Nasional (PAN) hanya mengandalkan Ashabul Kahfi dan Muktar Tompo. Kemungkinan ada Usman Lonta dan Syamsuddin Karlos.
Demikian pula Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hanya mengandalkan Syamsu Rizal alias Deng Ical dan Muhammad Datariansyah Indra Hamzah.
Partai Gelora mengandalkan dua tokohnya yakni Syamsari Kitta dan Mudzakkir Ali Djamil, sedangkan Partai Ummat baru mengandalkan Satuhang Daeng Se’re.
Tak hanya itu, Parpol baru juga terkendala soal kuota perempuan 30 persen. (rif)

