pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Danny Ingatkan Ancaman Kekurangan Pangan

Bicara di Depan 2.000 Pemuda Peserta YCC

MAROS, BKM — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVI diawali dengan agenda Youth City Changer (YCC). Kegiatan ini digelar selama dua hari, 10-11 Juli 2023 di Tokka Tena Rata, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Ketua Apeksi Bima Arya bersama Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto membuka kegiatan YCC, Senin (10/7).

Sedikitnya ada 2.000 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk perwakilan asal Singapura dan 50 delegasi berbagai kota di Indonesia berbaur untuk mengikuti agenda tersebut.
Termasuk milenial dari 2.000 lorong yang ada di Makassar.

Di hadapan ribuan pemuda, dua wali kota visioner tersebut membakar semangat para calon pemimpin masa depan.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengemukakan, saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja.

Berbagai persoalan harus dihadapi. Mulai dari populasi dunia jauh dari kata ideal.
Seharusnya hanya dengan 6 miliar, namun saat ini populasi dunia sudah mencapai 8 miliar. Tahun 2050, diprediksi penduduk dunia sudah mencapai 20 miliar.
Bencana populasi ini bisa menimbulkan konflik sosial dan kekurangan pangan.

Persoalan lain yang dihadapi adalah naiknya suhu bumi yang mengancam spesies yang hidup, termasuk manusia.

Selain itu, kita juga menghadapi bencana pandemi dan geopolitik berupa perang antarnegara seperti yang terjadi saat ini, yakni perang Rusia-Ukrania.

Dengan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi, pemuda saat ini harus mempersiapkan diri dengan berbagai strategi dan komitmen untuk bisa bertahan. Ada dua kata kunci yang harus dimiliki pemuda yakni harus mampu beradaptasi dengan cepat dan memiliki kemampuan daya tahan atau resiliensi untuk menghadapi kesulitan agar tetap bisa unggul di masa depan.

“Jadi para pemuda sebagai calon pemilik masa depan sudah harus berpikir bagaimana bisa bertahan, beradaptasi untuk tetap bisa bertahan. Indonesia emas tahun 2045 menanti kita,” ujar Danny dengan semangat.

Lebih jauh dikemukakan, dari empat persoalan yang dihadapi, yang cukup mengkhawatirkan adalah bencana kekurangan pangan.

Menyikapi persoalan itu, kata Danny, pihaknya menyiapkan program menanam berbagai tanaman produktif di lorong-lorong.

“Kita bangun resiliensi dan adaptasi dengan agar Makassar bisa survive di masa yang akan datang yang lebih sulit,” ungkap Danny.

Sementara itu, Ketua Apeksi Bima Arya, mengatakan hidup adalah momentum dan kesempatan.
Hanya orang yang mengisi momentum dan mempersiapkan diri dengan baik akan menjadi pemilik masa depan.

“Hidup adalah momentum. Adalah kesempatan. Ada yang sia-siakan kesempatan dan momentum tidak akan menjadi pemilik masa depan,” katanya.

Secara khusus dia memuji Wali Kota Makassar yang telah sukses menjadi tuan tuan Apeksi, termasuk memfasilitasi kegiatan YCC.

“Sudah 10 tahun saya jadi wali kota,
baru kali ini saya saksikan acara megah dibuat wali kota bersatu dengan para pemuda. Pak Wali hebat, keren,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kalau semua wali kota di Indonesia bisa bersatu dengan pemuda, Insyaallah Indonesia akan maju dan sejahtera.

Dia mengatakan Wali Kota Makassar membangun lorong sehingga bisa lebih berdaya dan produktif.

Apa yang dilakukan tersebut, tambahnya semoga bisa menjadi inspirasi daerah lain di Makassar.

Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Muhammad Dasysyara Dahya, mengatakan YCC merupakan sebuah forum berkumpul peserta Apeksi dari 98 kota.

Dee –sapaan akrabnya– mengakui bahwa forum pemuda seperti ini masih jarang dilakukan dan ini baru merupakan kedua kalinya.

Ia menuturkan selama ini masing-masing kota memiliki status quo dan dimungkinkan tiap-tiapnya memiliki permasalahan A yang pernah terjadi di kota B jadi ada solusinya.

Beberapa kegiatan penting akan dibahas dalam kegiatan YCC, di antaranya digitalisasi, penguatan/pemberdayaan pemuda, sustainable (lingkungan) dan feature leader; transisi kepemudaan menyambut Indonesia Emas 2045 dan puncak demografi 2030.

Paling menarik, lanjut dia, hari kedua yakni Sidang Forum, Sidang Pleno dan Persiapan Drafting suara pemuda Indonesia.

Drafting itu akan dibacakan di hadapan 98 wali kota.

“Jadi uneg-uneg teman pemuda dari berbagai kota itu dibacakannya langsung di hadapan para wali kotanya,” terang Dee. (rhm)


Share


Komentar Anda