Site icon Berita Kota Makassar

PSM dan Munafri Diultimatum Soal Utang Rp5,6 Miliar

MAKASSAR, BKM — Shesie Erisoya melalui kuasa hukumnya dari kantor pengacara Agus Amri dan Affiliates (Triple A) melayangkan ultimatum kepada PT Persaudaraan Sepak Bola Makassar (PSM) dan Munafri Arifuddin terkait persoalan utang piutang. Dalam surat ultimatum tertanggal 27 Juli 2022, Nomor 05/B/T.A/VII/2023, Shesie melalui pengacaranya meminta penyelesaian kewajiban berupa pengembalian sejumlah uang yang telah dipinjam oleh PT PSM dan Munafri.
Agus Amri selalu pengacara Shesie yang dihubungi BKM, Minggu (20/8), membenarkan surat ultimatum tersebut. Agus menjelaskan, beberapa tahun lalu, saat manajemen PSM dinakhodai oleh Munafri Arifuddin, kliennya yakni Shesie Erisoya menjadi sekretarisnya.
“Nah, pada saat klien kami menjadi sekretaris, beberapa kali uangnya digunakan untuk kepentingan PSM. Terus pengambilannya tidak sekaligus. Bertahap, diambil kemudian dikembalikan sedikit, terus diambil lagi. Jadi lama-lama kan numpuk,” ungkap Agus Amri.
Dia mengaku pihaknya mengantongi bukti pengambilan uang, baik yang ditransfer melalui rekening maupun dalam bentuk surat pengakuan utang yang ditandatangani Munafri Arifuddin. Pada tahun 2019, proses pengembalian uang milik kliennya terhenti. Pihaknya terus mencoba berkomunikasi namun tidak mendapatkan respons positif sehingga dilayangkan beberapa kali somasi.

“Setelah beberapa kali somasi, akhirnya kami layangkan ultimatum, semacam peringatan terakhir. Karena kami harus speak up,” tegas Agus Amri.
Dia mengaku sudah beberapa kali menyampaikan persoalan ini karena menyangkut muruah PSM.
Namun tidak ada solusi yang bisa diambil untuk menyelesaikan persoalan ini. “Jadi kami harus speak up untuk jelaskan ini agar publik tahu kalau ada situasi seperti ini di PSM,” ujarnya.
Agus Amri menekankan, tidak ada maksud apapun, apalagi untuk menciderai PSM dengan mengangkat persoalan ini ke publik.
Dalam surat yang dilayangkan, ada beberapa poin yang menjadi ultimatum. ”Pertama, bahwa Saudara harus segera melakukan pelunasan keseluruhan kewajiban pembayaran sebesar Rp 5.670.000.000,- (lima miliar enam ratus tujuh puluh juta rupiah) kepada klien kami secara sekaligus dan seketika tanpa syarat apapun juga”.

“Kedua, untuk pelaksanaan hal tersebut di atas, kami menuntut kepada Saudara untuk segera merealisasikan penyelesaian masalah ini dan untuk itu kami memberikan kesempatan kepada Saudara untuk dalam jangka waktu paling lama 7 x 24 jam, terhitung sejak diterimanya surat ultimatum ini untuk mengambil langkah-langkah penyelesaian dalam menuntaskan masalah”.
”Apabila dalam jangka waktu 7 x 24 jam tersebut Saudara tidak bisa merealisasikannya, berarti pihak Saudara telah kami anggap mengijinkan dan setuju atas serangkaian tindakan-tindakan kami yang termasuk akan tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
1. Saudara mengijinkan dan setuju untuk kami melanjutkan laporan kepada pihak kepolisian atas tindak pidana penggelapan dan atau penipuan serta cek kosong.
2. Saudara mengijinkan dan setuju untuk kami daftarkan suatu gugatan perdata atas wanprestasi dan atau perbuatan melawan hukum (onrechtmatigr DAAD) yang telah dilakukan saudara melalui pengadilan negeri setempat.
3. Saudara mengijinkan dan setuju untuk kami melaporkan hal ini ke otoritas persepakbolaan nasional (PSSI) serta Internasional (FIFA) dan atau pihak terkait lainnya agar memberikan sanksi tegas atas kegagalan saudara dan mengelola manajemen klub PSM Makassar.
Terkait hal itu, BKM berusaha untuk meminta konfirmasi kepada Munafri Arifuddin, Senin (21/8). Namun, upaya belum berbuah hasil. Pesan WA yang dikirimkan kepadanya tidak direspons. (rhm)

Exit mobile version