pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bahtiar Soroti Persiapan Pelantikan Asal-asalan

Minta Empat Pj Kepala Daerah Tetap Bekerja Sabtu-Minggu

MAKASSAR, BKM — Empat penjabat kepala daerah di Sulawesi Selatan dilantik di Ruang Pola Kantor Gubernur, Selasa (26/9). Pelantikan dilakukan langsung oleh Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin.
Usai melantik, Bahtiar memberikan sambutan. Ia mengawalinya dengan menyoroti pelaksanaan pelantikan yang untuk pertama kali dilakukannya sejak menjadi orang nomor satu di Sulsel.
Menurutnya, untuk sebuah acara kenegaraan mesti memiliki persiapan yang matang dan tak boleh asal-asalan.

Teguran itu dilontarkan saat menyebutkan satu-satu pejabat yang hadir, sampai kepada Penjabat Sekprov, Bahtiar langsung melontarkan tegurannya.

“Mungkin masukan Pak (Pj) Sekda (Sekprov Sulsel). Lain kali disiapkan dengan baik bahan untuk dibaca ibu-ibu. Jangan asal-asalan,” tegas Bahtiar.
Ia mengatakan, kebiasaan untuk persiapan yang tidak matang harus dihentikan.

“Nama-nama orang, pejabat yang hadir, lain kali jangan asal-asalan. Ini mungkin kebiasaan. Jadi bahannya juga begitu,” cetusnya.

Bahtiar pun menekankan agar di acara selanjutnya, baik pelantikan dan kegiatan apapun agar memperhatikan dan dilakukan persiapan dengan baik.

“Koreksi yah, ini acara negara harus disiapkan secara baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Bahtiar melantik dan mengambil sumpah empat penjabat kepala daerah. Mereka adalah
Direktur Sumber Daya Manusia Kearsipan dan Sertifikasi, Arsip Nasional RI Andi Abubakar sebagai Pj Bupati Bantaeng.

Kemudian Kepala Pusat Strategi Kewilayahan, Kependudukan dan Pelayanan Publik Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri Fahsul Falah sebagai Pj Bupati Sinjai. Lalu Kadis DPM PTSP Sulsel Asrul Sani sebagai Pj Wali Kota Palopo. Terakhir, Sekretaris Kabupaten Bone Andi Islamuddin sebagai Pj Bupati Bone.

Kepada mereka yang baru dilantik, Bahtiar meminta agar bekerja keras berdasarkan perintah presiden. Apalagi, waktu menjabat sangat singkat dengan anggaran yang terbatas.

“Selamat kepada seluruh Penjabat Bupati Bone, Bantaeng, Sinjai dan Wali Kota Palopo. Bekerja dengan baik dan tegak lurus pada merah putih.
Ini bukan sekadar main-main, bukan sekadar menunjuk, tapi yang menunjuk adalah Presiden Republik Indonesia. Tidak ada waktu untuk main-main, langsung tancap gas dan kerja, waktu kita sedikit, anggaran terbatas,” ujarnya.

Menurut Dirjen Politik Pemerintah Umum Kemendagri itu, masa jabatan seluruh pj gubernur, bupati dan wali kota merupakan masa transisi demokrasi di bangsa ini.

“Jangan seperti punggawa (raja) yang semua mau didatangi, tapi turun temui masyarakat. Ini adalah masa transisi demokrasi Indonesia. Tugasnya menyukseskan Pemilu, jaga inflasi dan jaga investasi,” ungkapnya.

Bahtiar mengingatkan, tugas para penjabat kepala daerah untuk menyukseskan Pemilu dan pastikan anggaran cukup untuk melaksanakan Pilkada.

“Harus dialokasikan 40 persen di 2023 dan 60 persen di 2024 nanti. Itu harus dilakukan. Kalau tidak, saya tidak mau tanda tangan,” tegasnya.

Lebih jauh dirinya menjelaskan, saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari perang antara Rusia dengan Ukraina, kemudian soal kekeringan dan dilanjutkan El Nino yang melanda daerah, khususnya di Sulsel saat ini.

“Untuk itu harus ada kesiapan kita soal makanan. Makanya, perintah Bapak Presiden Republik Indonesia, melakukan cek inflasinya. Malu kita kalau soal makanan tidak cukup. Kalau ada penimbunan lakukan penindakan,” terangnya.

Selain itu, pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota wajib bekerja keras menangani stunting. Apalagi saat ini angka stunting di Sulsel masih 27 persen. Untuk itu, melalui kerja sama semua stakeholder menuju angka nol, bukan 14 persen.

“Kemudian soal stunting, 78 tahun kita merdeka tapi kita masih ada stunting. Kita di Sulsel 27 persen. Kita harus kerja sampai nol, bukan hanya 14 persen. Sudah kering ditimpa El Nino, kita harus kerja keras bukan sekadar kerja manual. Tata kelola pemerintahan tidak boleh kerja biasa-biasa saja, tapi harus kerja keras,” imbuhnya.

Bahtiar Baharuddin mengancam memberhentikan para pj bupati dan pj wali kota jika tidak dapat bekerja.

“Tiga bulan dievaluasi. Saya sebagai gubernur dari pemerintah pusat setiap saat bisa mengevaluasi saudara-saudara,” tegasnya.

Bahtiar memberi ultimatum, jika mereka tak dapat melaksanakan tugas dengan baik, maka akan diberhentikan hari itu juga.

“Hari ini dilantik, sore bisa diberhentikan, atas nama negara jika saudara tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Itu penegasan saya kepada saudara. Tak ada waktu untuk bersantai. Seluruh pekerjaan harus segera dilaksanakan. Itu menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.
Setelah pelantikan, lanjutnya, tidak ada waktu untuk belajar. ”Mulai saat ini semuanya harus mulai bekerja. Semua langsung tancap gas kerja dan tidak ada hari libur. Sabtu Minggu harus kerja. Waktu sangat terbatas,” ujarnya.

Ditemui usai pelantikan,
Penjabat (Pj) Bupati Bantaeng Andi Abubakar mengaku cukup sering ke Bantaeng sebelum dirinya dilantik. Bahkan, dia mengklaim paham budayanya.

“Saya cukup sering (ke Bantaeng), karena dulu saya pernah tugas di Bulukumba. Jadi dengan Bantaeng sangat paham. Ban budayanya hampir sama Bantaeng dengan Bulukumba,” ucapnya.

Direktur Sumber Daya Manusia Kearsipan dan Sertifikasi, Arsip Nasional RI itu menambahkan, akan melanjutkan pembangunan di Bantaeng sesuai arahan Pj Gubernur Sulsel.

“Kita punya tugas untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilu, kemudian (menekan angka) stunting, serta program-program pemerintah lainnya. Pokoknya kita hanya melanjutkan program pembangunan ini,” ucap Andi Abubakar.

Dia pun akan memetakan apa yang diprioritaskan selama dirinya menjabat di Butta Toa.

“Kita lihat dulu bagaimana. Karena saya belum lihat, anggaran juga saya belum lihat, kegiatannya seperti apa. Jadi nanti masuk kami rapat internal dulu melihat apa yang akan kita lakukan untuk Bantaeng. Intinya sejalan melanjutkan, yang baik saya kembangkan, yang belum saya perbaiki. Ada masalah kita selesaikan,” jelasnya.

Soal ASN Pemkab Bantaeng, ujar Andi Abubakar, harus netral untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang. “Harus netral. Saya orang KASN,” tukas mantan Asisten KASN Pengawasan Bidang Penerapan Sistem Merit Wilayah II itu.

Penjabat (Pj) Wali Kota Palopo Asrul Sani menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan anggaran Pemilu 2024 mendatang. Menrutunya, menyukseskan Pemilu serentak 2024 merupakan program prioritas.

“Anggaran Pemilu harga mati. Yang jelas 40 persen harus teranggarkan tahun ini, 60 persen 2024,” tegasnya usai dilantik.
Selain itu, putra Bone ini menyampaikan, akan memastikan Pemilu aman kondusif dan menekan inflasi serta ketersediaan pangan.

“Terakhir tadi itu bisa dilaksanakan semua kalau keamanan di sana (daerah) terjamin,” ungkap Asrul.

Untuk kelanjutan program wali kota sebelumnya, kata Asrul, akan mempelajarinya terlebih dahulu.

“Tentu kita akan mempelajari program yang dilaksanakan. Kita akan lihat, tentu program yang baik kita akan lanjutkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Kadis PTSP Sulsel itu menekankan bahwa dirinya bukanlah pejabat politis. Untuk itu ia akan menjalankan pemerintahan sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk pergantian, rotasi, OPD lingkup Pemkot Palopo.

“Yang jelas langkah pertama saya akan konsolidasi dengan seluruh jajaran OPD terkait dengan program yang akan kita jalankan di sana (Palopo). Yang paling penting bukan mutasi atau rotasi, tapi bagaimana menjalankan program-program yang disampaikan Pj Gubernur,” tandasnya. (jun)


Share


Komentar Anda