pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Empat Puskesmas Krisis Air Bersih

MAKASSAR, BKM — Krisis air bersih akibat kemarau panjang karena El Nino semakin terasa. Khususnya di delapan kecamatan yang ada di Makassar. Masing-masing Kecamatan Tallo, Biringkanaya, Ujung Tanah, Bontoala, Panakkukang, Tamalanrea, Manggala, dan Makassar.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, warga yang terdampak krisis air bersih hingga saat ini mencapai 31.551 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 104.219 jiwa. Krisis air bersih juga berdampak pada pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas tidak maksimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nusaidah Sirajuddin, mengakui pihaknya menerima laporan ada sejumlah Puskemas, khususnya yang berada di wilayah Utara dan Timur Kota Makassar mulai kekurangan air bersih.

Wanita yang akrab disapa dr Ida itu menyebutkan, saat ini ada empat puskesmas yang paling merasakan krisis air. Yakni Puskesmas Tamalanrea di Kecamatan Tamalanrea, Puskesmas Layang di Kecamatan Bontoala, Puskesmas Tamamaung di Kecamatan Panakkukang, dan Puskesmas Kapasa di Kecamatan Biringkanaya.
Diapun meminta Puskesmas lain yang mulai kekurangan air bersih segera melapor agar persoalan ini bisa ditindaklanjuti. “Semoga bisa terakomodir di BPBD tiap hari, karena memang kami melihat betul-betul kering. Untuk kebutuhan BAK (Buang Air Kecil) saja sulit, apalagi BAB (Buang Air Besar),” ungkapnya.
Untuk mememuhi kebutuhan air bersih di Puskesmas yang terdampak kekeringan, kata dr Ida, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Kota Makassar untuk mendistribusikan air. “Alhamdulillah, kolaborasi antara BPBD Kota Makassar dan PDAM luar biasa. Begitu kami laporkan ada Puskesmas yang krisis air bersih, langsung diantarkan. BPBD sudah berjanji untuk mensupport pelayanan kesehatan di 47 Puskesmas bila ada laporan suplai air yang kurang,” kata dr Ida.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Makassar Akhmad Hendra Hakamuddin menerangkan, pihaknya sudah menerima laporan dari Kepala Dinas Kesehatan terkait beberapa puskesmas yang butuh suplai air bersih. Dia pun meminta kepada Puskesmas maupun kantor layanan publik lainnya yang butuh pasokan air bersih agar segera melapor ke BPBD.

“Kita sudah tindaklanjuti. Ini kan pelayanan publik. Apalagi berhubungan dengan kesehatan. Kita harus back up sepenuhnya,” kata Hendra.
Dia melanjutkan, hingga saat ini, BPBD terus melakukan pendataan dan assesmen untuk memastikan rumah-rumah warga yang terdampak kekeringan. “Kita asesmen, karena biasanya banyak laporan yang masuk tapi setelah kita asesmen hanya terjadi gangguan misalnya. Sehari setelah itu airnya sudah normal kembali,” jelasnya.
Data dari BPBD Makassar, hingga Senin (25/9), wilayah yang terdampak kekeringan masih berada di delapan kecamatan. “Warga yang terkena dampak krisis air bersih hingga saat ini mencapai 31.551 KK atau sebanyak 104.219 jiwa. Itu di delapan kecamatan,” ungkap Akhmad Hendra.
Dari delapan wilayah yang terdampak, Kecamatan Ujung Tanah, Biringkayana, Bontoala dan Tallo yang paling parah. Tercatat di Kecamatan Ujung Tanah dan Biringkanaya, masing-masing ada delapan kelurahan yang merasakan kritss air bersih. Sementara di Kecamatan Tallo dan Bontoala, masing-masing ada tujuh kelurahan.
Sementara itu, lanjut Akhmad Hendra, berdasarkan informasi dan BMKG Wilayah IV Makassar, hingga November mendatang, umumnya curah hujan di wilayah Sulsel, termasuk Kota Makassar berada pada kategori rendah dengan sifat hujan di bawah normal. (rhm)


Share


Komentar Anda