pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Diskop Gelar Workshop Libatkan KUD aktif

MAKASSAR,BKM — Fungsi dan peran koperasi saat ini kian meredup. Persaingan dengan lembaga perekonomian lain membuat eksistensi koperasi semakin berkurang. Dibutuhkan komitmen dan motivasi besar untuk meningkatkan kompetensi agar bisa bersaing dengan lembaga perekonomian lainnya.
Melalui momentum Hari Jadi Koperasi ke-68, koperasi di Indonesia diharapkan mampu bersaing dan termotivasi meningkatkan kompetensi dan peranannya.
Kepala Dinas Koperasi Sulsel, AM Yamin menjelaskan, banyak langkah yang harus dilakukan untuk menggairahkan kembali dunia perkoperasian.
Dia berharap melalui momen Hari Jadi Koperasi ke-68, akan muncul berbagai inovasi dari pelaku koperasi.
Menurut rencana, puncak peringatan Hari Jadi Koperasi tingkat Sulsel akan dilaksanakan 29-30 Juli di Kabupaten Enrekang. Sejumlah agenda akan mewarnai kegiatan tersebut.
Dinas Koperasi bekerjasama dengan PT Pupuk Kaltim dan Bulog akan mengadakan acara workshop melibatkan KUD aktif, untuk menyosialisasikan dan mendukung kebijakan pemerintah memberi peluang pada koperasi untuk pendistribusian pupuk.
Selain itu, kata Yamin,
juga digelar pameran koperasi yang rencananya dihadiri koperasi terbaik dari 23 kabupaten/kota di Sulsel.
“Termasuk pula menghadirkan koperasi yang sudah berusia 45 tahun, koperasi yang telah melakukan ekspor, dan koperasi yang anggotanya mencapai ribuan,” jelas Yamin ketika menggelar Jumpa Pers di Kantor Dinas Koperasi Sulsel, Jalan AP Pettarani.
Dia mengatakab, kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan untuk memotivasi koperasi lain sekaligus mencontoh strategi yang telah dilakukan, sehingga menular pada koperasi lain.
Yamin berharap dengan bertemunya pengurus koperasi dari berbagai daerah bisa terjalin komunikasi yang intens
sehingga bisa saling berbagi pengalaman dan kiat membesarkan koperasi.
Sementara, Ketua Dewan Koperasi Wilayah Sulsel, Asrullah, menjelaskan sejarah koperasi pernah mengalami pasang surut. Bahkan mayoritas informasi yang beredar di masyarakat adalah berita mengenai kegagalan koperasi, padahal sebetulnya perkembangannya koperasi di Indonesia sangat luar biasa.
Asrullah mencontohkan jasa koperasi terhadap perekonomian di Indonesia, khususnya saat mengalami resesi ekonomi pada 1998 lalu. Menurutnya saat itu koperasi, khususnya KUD dan sektor UMKM di Indonesia yang menyelamatkan Indonesia dari resesi ekonomi. Hanya saja, keberhasilan koperasi tidak banyak terekspose. Olehnya itu pada event tersebut pihaknya juga akan mengekspos keberhasilan koperasi.
Ketua Panitia Perayaan Hari Koperasi Ke68, Andi Makkasau, menjelaskan salah satu motivasi pada perayaan tersebut adalah untuk mengembalikan jati diri koperasi dan bagaimana cara memberikan warna tersendiri dalam perekonomian di Indonesia khususnya Sulsel.
Temanya adalah memperokokoh koperasi sebagai soko guru ekonomi. Soko guru bermakna pilar utama, jadi akan dikembalikan seperti jaman kejayaan sebelumnya.
Ia berharap nantinya koperasi, BUMN dan swasta berada dalam posisi yang sama atau setara dalam dunia usaha. Untuk mencapai hal itu, maka yang harus dilaksanakan adalah menyampaikan pada masyarakat mengenbai keberhasilan koperasi.
Bupati Enrekang, Muslimin Bando, menuturkan kesiapannya dalam melaksanakan perayaan hari Koperasi tersebut. Bahkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam mengembangkan koperasi.
Ia menjelaskan, saat ini di Enrekang terdapat lebih dari 1.000 kelompok tani (poktan), 129 gabungan poktan (gapoktan), dan sudah mendirikan 53 koperasi tani yang beranggotakan anggota poktan. (rhm/war/c)



×


Diskop Gelar Workshop Libatkan KUD aktif

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar