pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

160 Warga Maros Terima Kartu Sakti

MAROS, BKM — 160 warga di Desa Temmapaduae, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros menerima kartu sakti, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kartu tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi Dodo, saat mengunjungi Kabupaten Maros, Senin (3/8).
Penyerahan kartu oleh presiden diserahkan secara simbolis. Presiden bersama ribuan warga terlihat santai, bahkan kerap bercanda bersama warga di desa tersebut. Orang nomor satu di Indonesia itu datang menemui warga mengenakan kemeja putih lengan panjang. “Saya berharap semua warga yang berhak mendapatkan kartu ini bisa memanfaatkannya dengan baik. Ingat uangnya jangan dibelikan pulsa,” kata Jokowi, tegas.
Jokowi juga menyerahkan enam unit sepeda kepada warga yang bisa menjawab kuis yang ia berikan. Selain sepada, juga ada alat tulis menulis untuk pelajar dan bendera merah putih yang dihadiahkan Jokowi kepada warga. “Benderanya dari istana, pas 17-an nanti semua pasang didepan rumahnya yah,” pinta Jokowi kepada warga.
Sementara itu, Bupati Maros Hatta Rahman yang ikut mendampingi presiden mengaku banggaan, karena desanya mampu menyambut presiden dengan ramah dan tertib. Dirinya berharap, masyarakat bisa menikmati fasilitas kartu dengan maksimal. Dari 340 ribu warga Maros, 160 ribu diantaranya berhak mendapat KIS, namun belum semuanya menerima kartu sakti itu.
“Sudah sekitar 90 ribu yang tercover. Kami akui di Maros memang belum terbagi merata. Kehadiran presiden ditengah-tengah kita sangat penting untuk mengakomodir kebuuthan-kebutuhan kita akan pelayanan kesehatan yang baik,” urainya. (ari-ril/c)
===================================
Jamnas Hizbul Wathan Dihadiri 2 Ribu Pandu

MAROS,BKM — Sebanyak dua ribu pandu Hizbul Wathan (HW) dari seluruh Indonesia ikut serta dalam Jambore Nasional (Jamnas) ke-3 di Bumi Perkemahan Bantimurung Maros. Jamnas berlangsung mulai Minggu (2/8) hingga Kamis (6/8) mendatang.
Pembukaan Jamnas HW dihadiri Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang bersama ketua DPRD Maros AS Chaidir Syam. Ketua panitia Jamnas HW ke-3 yang juga ketua Kwartir Wilayah Sulsel HW Andi Burhanuddin Ahmad mengatakan, Jamnas ke-3 HW sengaja digelar bersamaan dengan Muktamar Muhammadiyah ke 47 dan Muktamar Aisyiyah satu abad, agar pelaksanaan dua kegiatan besar tersebut semakin meriah.
“Sebenarnya Jamnas HW ini agenda internal, jadi tidak berhubungan dengan muktamar. Tapi biar makin ramai sengaja dilaksanakan bersamaan. Dan memang selalu begitu. Namun kemungkinan kedepan Jamnas tidak ikut agenda muktamar lagi,” paparnya.
Terkait kegiatan Jamnas, seluruh peserta, kata Andi Burhanuddin akan dibawa berwisata ke Trans Studio yang akan dibagi tiga sesi, mengingat banyaknya peserta. Selain itu, peserta Jamnas juga diperbolehkan masuk secara gratis ke Taman Wisata Alam Bantimurung di jam-jam tertentu, agar tidak mengganggu pengunjung diluar peserta Jamnas.
Selain itu, akan ada halang rintang yang bekerja sama dengan TNI Kostrad Sambueja, uji keterampilan melalui lintas alam. Peserta yang datang dari berbagai kota di Indonesia merupakan anggota terbaik dan terpilih yang diseleksi oleh masing-masing kwartir wilayah atau dengan persyaratan anggota pandu HW minimal pernah mengikuti jambore tingkat wilayah.
“Ini juga Jamnas pertama kalinya yang digelar diluar pulau Jawa. Agenda lima tahunan ini pada Jamnas pertama digelar di kota Batu Malang Jawa Timur dirangkaikan dengan Muktamar ke-45 selanjutnya 2010 lalu Jamnas kedua di Jogjakarta bersamaan dengan Muktamar ke-46,” ungkapnya.
Semenetara Wabup Maros HA Harmil Mattotorang dalam sambutannya dalam pembukaan Jamnas mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Menurut Harmil, Jamnas bagi Maros sangat penting untuk promosi wisata, khususnya bagi peserta dari luar Sulsel yang belum tahu banyak tentang potensi alam di Maros.
“Kami sangat senang karena Maros dipilih sebagai tempat kegiatan Jamnas. Sekalian kami ingin memperkenalkan potensi wisata alam kami kepada para peserta,” ucapnya.
Untuk menyambut peserta, lanjutnya, Pemkab Maros juga menyiapkan sedikitnya 40 toilet darurat, juga tim kesehatan dari Dinas Kesehatan serta air bersih dari PDAM Maros. (ari-ril/c)

=========================
Konsumsi Industri Kurangi Debit Air Sawah

MAROS, BKM — Musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Maros. Sejumlah areal persawahaan dipastikan mengalami krisi air lantaran debit air yang bersumber dari mata air Bantimurung mulai berkurang. Terlebih adanya penggunaan air untuk kepentingan industri disana.
Melihat kondisi ini, Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Maros meminta pihak terkait untuk berembuk, mencari solusi bersama atas dampak kekeringan yang terjadi disebagian besar areal perswahaan di Kabupaten Maros.
“Kami minga pihak-pihak yang menggunakan air Bantimurung untuk berembuk. Mereka masing-masing Dinas Pertanian, PT Semen Bosowa, dan PDAM Maros. Koordinasi ini penting agar menemukan solusi bagi petani yang terancam krisis air,” kata Ketua Apdesi Maros, Abdul Asiz, Senin (3/8).
Asiz menggambarkan, debit air dari Bantimurung yang digunakan banyak pihak disebut menjadi berkurang apalagi terlebih memasuki musim kemarau. Salah satu wilayah yang dipastikan mengalami fuso (gagal pananen) yakni Kecamatan Lau. Di wilayah ini, ada sekira 300 hektare sawah irigasi yang bergantung pada pasokan air dari Bantimurung.
“Jika tidak, petani mulai memikirkan apakah harus mengurangi luas areal sawah yang dialiri air, atau menghentikan sama sekali penanaman padi IP300 yang bisa dipanen tiga kali setahun. Sebagai perbandingam tahun 2014 lalu saat panen tiga kali, petani Maros berhasil meraup 8-9 ton per Ha, dengan luas keseluruhan 2700 Ha,” jelasnya.
Terpisah, Camat Lau, Erhan mengakui gagal panen telah menjadi kekhawatiran para petani di berbagai desa di Lau. “Dua tiga hari lagi tidak dapat air bisa-bisa fuso,” keluhnya.
Erhan mengatakan, daerahnya juga disulitkan dengan air irigasi yang tidak pernah lagi sampai di Lau. Debit air yang kurang, dan jalur irigasi banyak yang bocor atau berbelok ke daerah lain. “Akibatnya air tidak pernah sampai kesini, petani jadi kebingungan dapat air dari mana,” urainya.
Sebelumnya, Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengaku, pihaknya telah mengusulkan pembuatan waduk ke pihak Kementerian PU. Waduk itu akan dibangun di sekitar area karst dan sementara menunggu persetujuan pemerintah pusat. “Waduk itu untuk menampung potensi air yang dimiliki karst Rammang-rammang yang mencapai 500 ribu kubik. Kita masih tunggu jawaban dari pusat,” ujar Hatta. (ari-ril/c)

=========================
BKM/IST
RAWAT– Kiki, ibu bayi kembar masih menjalani perawatan di RSU Syekh Yusuf Sungguminasa.
========================
Inspektorat Periksa Dokter Merdiana
-Kasus Bayi Tertukar

GOWA, BKM — Kasus bayi tertukar kembali bergulir. Kali ini pihak Inspektur Inspektorat Kabupaten Gowa, Chairul Natsir berencana melakukan pemeriksaan terhadap dr Mardina yang sebelumnya menangani proses kelahiran bayi kembar tersebut.”dr Merdiana saat ini sedang berada di Palu. Kami sudah memanggil dr Merdiana untuk dimintai keterangan sekaligus di BAP-kan, mengingat beliau yang terlibat langsung pada proses kelahiran bayi tersebut,” jelas Chairul Natsir.
Chairul menegaskan, tak hanya dr Mardina yang akan diperiksa, semua petugas medis yang terlibat secara langsung pasca kelahiran bayi di RSU Syekh Yusuf Gowa, juga akan diperiksa. Bahkan Chairul berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas, jika terbukti ditemukan adanya pelanggaran.
“Kami sangat serius menangani masalah ini dengan langsung menurunkan tim dan jika ada indikasi kelalaian, mereka (petugas medis) akan dikenai sanksi tegas,’’ kata Inspektur.
Seperti diketahui, Kiki (19) melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan di RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa pada Jumat (10/7) melalui proses bedah caesar. Salah satu bayi diduga telah tertukar dengan bayi lain di ruang perawatan bayi.
Chairul Natsir mengatakan, hasil tes DNA atau Deoxyribose Nucleic Acid, hingga kini masih ditunggu. Namun apakah tes DNA itu terbukti atau tidak, paramedis yang terlibat akan dikenai sanksi. ‘
“Tes DNA-nya masih kami tunggu, untuk membuktikan apakah bayi itu tertukar atau tidak,’’ kata mantan Kabag Hukum Setkab Gowa ini.
Lebih jauh, jika hasilnya positif bahwa telah terjadi bayi tertukar di RSU Syekh Yusuf, maka akan dilakukan tes DNA ulang pada bayi perempuan yang lahir saat itu di rumah sakit.
Sementara itu hasil tes DNA yang dilakukan tim DVI laboratorium Forensik Polda Sulsel untuk bayi diduga tertukar di RSU Syekh Yusuf Gowa sudah keluar. Hal itu dibenarkan pihak Labfor Sulsel dikonfirmasi, Minggu (2/8).
Tim kedokteran forensik Polda Sulsel dan Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri, telah mengambil sampel DNA kedua bayi yang salah satunya diduga tertukar pada Jumat (24/7) lalu. Selain kedua bayi, tim DVI juga mengambil DNA pada ibu bayi yakni Kiki serta ayahnya, Fendi.
DNA kedua orang tuan bayi kembar itu turut diambil guna menguji kesamaan DNA dua bayi tersebut. “Hasilnya, kembar identik dan bisa dipastikan bahwa kedua bayi adalah anak Kiki dan Fendi,” ujar Kasat Resrkrim Polres Gowa, AKP Muh Yunus Saputra, kemarin.
Kata AKP Muh Yunus, informasi mengenai hasil tes DNA itu baru didapatkan secara langsung dari Labfor Mabes Polri. “Surat resmi Labfor baru akan dikirim ke Polres Gowa, kemungkinan pekan ini atau awal pekan depan baru ada. Hasil pemeriksaan itu selanjutnya akan dibuatkan surat serah terima,” jelas Kasat Reskrim Polres Gowa.
Hingga saat ini, Kiki masih menginap di rumah sakit. Selain perawatan pemulihan pasca operasi caesar, ibu bayi juga masih dalam proses menyusui kepada dua bayinya secara rutin. Kedua bayi juga sudah dipindahkan dari ruang Perinatologi. Kedua bayi dipindahkan ke kamar perawatan Kiki. (sar-ril/c)

============================

39 CPNS Terima SK

GOWA, BKM — Sebanyak 39 orang CPNS tahun 2014 Pemkab Gowa menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. SK diserahkan langsung Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo, saat apel pagi di halaman kantor Pemkab Gowa, Senin (3/8).
Penyerahan SK CPNS tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Gowa, Abbas Alauddin, Sekkab Gowa, H Muchlis dan para pimpinan SKPD dan pegawai lingkup Pemkab Gowa.
CPNS dari formasi umum ini terdiri dari tenaga pendidik sebanyak 22 orang, tenaga kesehatan 11 orang dan tenaga teknis 6 orang yang disebar di berbagai SKPD lingkup Pemkab Gowa.
Di hadapan CPNS yang baru terangkat itu, Ichsan menitipkan pesan agar dapat bekerja dengan baik. “Selamat bertugas dan bekerjalah dengan baik dan disiplin, bekerjalah dengan penuh ketulusan dan keikhlasan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” pesan Ichsan.
Seluruh CPNS ini kemudian melaporkan diri masing-masing ke instansi/SKPD dimana mereka ditempatkan untuk memulai melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai CPNS di Pemkab Gowa. (sar-ril/c)
==========================
Kejari Terima Berkas Kasus Penyelundupan BBM

TAKALAR, BKM — Kejaksaan Negri (Kejari) Takalar melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Herawati mengaku telah menerima berkas kasus dugaan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM).
Berkas kasus dugaan penyelundupan yang melibatkan dua oknum polisi masing masing, oknum anggota Kepolisian Daerah Sulselbar dan oknum anggoat Kepolisian Resort (Polres) Takalar tersebut diterima pihak Kejari, Senin (3/8).
“Kami baru menerima berkas dari tim penyidik kepolisian, terkait dugaan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM),” Kata Herawati.
Herawati menjelaskan, dalam kasus ini ditetapkan empat tersangka, dua diantaranya berstatus anggota polisi. Sementara dua lainnya adalah sopir dan kernek. Para tersangka ini akan diproses lebih lanjut agar segera diadili. Herawati mengaku telah telah menyerahkan kasus ini ke kemasing-masing jaksa untuk dipelajari terlebih dahulu.
“Berkasnya sudah saya serahkan ke jaksa masing-masing untuk dipelajari. Tujuannya untuk mengatahui apakah berkas itu sudah lengkap (P21) atau masih perlu dilengkapi. Kalau masih kurang tentu akan dikembalikan ke tim penyidik di Polres,” jelas Herawati.
Sekedar diketahui kasus dugaan penlyelundupan mengemuka satu bulan lalu. Kasus ini berhasil diungkap Tim Reserse Polres Takalar dengan mengagalkan 4 ton BBM jenis solar di Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang.
Selain mengamankan barang bukti tiga unit mobil dan puluhan ceregen berisi solar. Petugas juga menangkap empat orang pelaku. (ari-ril/c)
===========================
26 Warga Lapas Segera Terima Remisi

TAKALAR,BKM — Dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 tahun 2015, sebanyak 26 warga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Takalar akan menerima remisi bebas.
Rencana pemberian remisi bebas mengemuka dalam rapat pemantapan pelaksanaan kegiatan HUT RI yang dipimpin, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Takalar, Nirwan Nasrullah, bertempat di ruang pola kantor Bupati Takalar, dihadiri Dandim 1426, Kapolres, serta para pimpinan SKPD, Senin, (3/8).
Dalam rapat tersebut, para seksi kegiatan menjelaskan satu persatu rencana kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI tahun ini. Berbagai program kegiatan akan dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT RI, diantaranya rencananya pemberian remisi kepada 26 warga binaan Lapas dari 216 orang narapidana.
“Selain remisi, HUT RI nanti juga akan dimeriahkan oleh sejumlah rangkaian kegiatan, diantranya gerak jalan santai, sepeda santai, sepeda ontel, gerak jalan indah yang akan melibatkan unsur pemerintah maupun masyarakat, pemberian zakat dan infaq dengan sasaran masyarakat tidak mampu serta masjid-masjid yang tersebar di 9 kecamatan,” kata Nirwan.
Nirwan mengharapkan, agar perayaan HUT ke 70 RI tahun ini dapat lebih meriah dari tahun sebelumnya. (tom-ril/c)
==============================
Pohon Pisang Ajaib Gegerkan Warga Benteng Somba Opu

GOWA, BKM — Warga yang bermukim di sekitar Benteng Somba Opu digegerkan dengan kehadiran dua pohon pisang yang dinilai berbeda dengan pohon pisang pada umumnya.
Dua pohon pisang yang berdekatan ini merunduk layaknya sedang bersujud. Satu pohon mengarah ke arah barat dan satu lagi mengarah ke timur. Selain itu, masing-masing pohon memiliki tiga jantung dan tandan lebih dari satu.
Pemilik pohon pisang, Abd Latief Dg Selle (45) menjelaskan, salah satu keajaiban yang tercermin pada dua pohon pisang miliknya yakni dua jantung pisang diantaranya bersumber dari satu cabang tungkai dan bersentuhan pada satu pucuk. Dibanding dengan tanaman lainnya, pohon itu memiliki buah beberapa tandang dengan satu jantung, satu tungkai dan satu pucuk. “Tidak biasanya pak ada pohon pisang seperti ini. Warga banyak datang melihat pohon pisang ini. Menurut mereka ciri-ciri pohon pisang beda dengan yang ada pada umumnya,” ujar Latief.
Abd Salam Dg Timung, tetangga pemilik pohon juga mengakui keanegan yang ada pada dua pohon pisang itu. Dia menyimpulkan, dua pohon tersebut adalah jantung pisang yang berlebihan dalam satu tungkai. Tapi tungkai-tungkai tersebut muncul dari pucuk secara wajar.
Dibanding dengan tanaman pisang yang biasa ditemukan, kata dia, tungkainya muncul dari pertengahan batang. Ciri ini biasanya mengandung berkah mistik.
“Tapi gambaran jantung yang berlebihan, kodrat yang membuat perbedaan, keaneka ragaman adalah rahmat yang mendorong tumbuhnya kehendak untuk saling menolong dan saling memerlukan dalam satu rumpun dengan kekuatan yang saling menguatkan,” tutur Salam memaknai keanehan pohon pisang itu. (zai-ril/c)



×


160 Warga Maros Terima Kartu Sakti

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar