BULUKUMBA, BKM — Dalam dua bulan terakhir puluhan hektare sawah yang ada di Desa Paenre Lompoe, Kecamatan Gantarang, Bulukumba belum juga mendapatkan pasokan air. Akibatnya, petani menjerit dan khawatir akan gagal panen.
Saat ini kondisi tanaman padi mereka sudah mengering, kuning kehitam-hitaman. Parahnya lagi, irigasi yang ada, kini sudah mengering akibat musim kemarau.
Ambo, salah seorang petani sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk mengatasi kekeringan yang terjadi. ”Kami meminta agar instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian segera turun lapangan melihat sawah kami dan memberikan solusi secepatnya. Kami mau makan apa, Pak kalau begini kondisinya. Sedangkan pekerjaan kami cuma petani seperti ini,” katanya memelas..
Dia dan beberapa petani lainnya memastikan tahun ini gagal panen, melihat kondisi air yang tak kunjung mengairi sawahnya. Menurut Ambo, yang beruntung mendapatkan pasokan air dan akan menikmati hasil panen adalah petani yang memiliki sawah dekat sungai.
“Sebenarnya sudah ada bantuan pompa dari Dinas Pertanian Bulukumba. Tapi sampai saat ini kami belum dapat giliran. Hampir setiap tahun sawah kami mengalami seperti ini. Namun paling parah tahun ini. Hasil panen biasa mencapai 100 karung. Kalau beginimi kondisinya, apa mau dimakan,” cetusnya.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pertanian TPH Harun mengaku prihatin dengan kondisi sawah di Bulukumba. Khususnya di musim kemarau seperti saat ini.
Diakui, pihaknya telah menyalurkan bantuan pompa air sebanyak 20 unit kepada seluruh kelompok tani di setiap kecamatan.
“Sisanya masih ada dikantor 9 unit. Siapa saja petani yang butuh mesin pompa silakan ke kantor. Hanya saja untuk mendapatkan pompa tersebut terlebih dahulu dilakukan survei oleh petugas lapangan yang sudah kami tugaskan,” jelas Harun. (edy/rus/c)
Tak Kebagian Pompa Air, Petani Gagal Panen
×

