WATAMPONE, BKM — Kepala Kantor Seksi Logistik (Kakansilog) wilayah Bone H Umar Said menemui Kapolres Bone AKBP Juliar Nugroho di Mapolres Bone, Kamis (6/8) siang. Kedatangan Kakansilog ini diduga terkait masalah beras miskin (raskin) yang rawan penyelewengan.
Ditemui di ruang tunggu Mapolres sesaat sebelum diterima Kapolres, Umar mengaku jika dirinya hendak melakukan koordinasi tentang penyaluran raskin yang sering bermasalah.
“Saya mau menghadap Bapak Kapolres untuk berkoordinasi soal raskin yang selama ini bermasalah,“ jelas Umar. Sebenarnya, distribusi raskin, kata dia, jika ditelusuri secara administrasi, tidak ada yang salah. Namnun faktanya dilapangan yang terjadi justru sebaliknya. “Kami sudah turun ke lapangan termasuk di Kecamatan Bonto Cani. Kami melibatkan berbagai unsur dari pemerintah. Dan betul kita temukan ada penyelewengan yang terjadi terhadap distribusinya,“ tambah Umar lagi.
Untuk memotong jalur penyelewengan raskin yang diduga sudah terjadi puluhan tahun ini, Umar mengaku telah mengambil tindakan. “Saya sudah copot petugas satker yang menangani distribusi raskin untuk kecamatan Bonto Cani. Jadi sekarang ada petugas satker yang baru “ katanya lagi.
Meski begitu, distribusi raskin di tujuh dea yang ada di Kecamatan Bonto cani masih tetap bermasalah. “Heran juga karena satkernya sudah diganti, tapi laporan Camat Bonto Cani ke wakil bupati baru-baru ini bahwa, distribusi raskin di kecamatannya masih bermasalah . Makanya saya mau kordinasikan masalah ini ke kapolres,“ tuturnya.
“Terus terang kalau masalah ini tidak bisa saya tuntaskan, saya siap pertaruhkan jabatan saya. Saya siap mengundurkan diri bila kasus ini tidak dapat saya tuntaskan. Bukan baru kali ini saya menemukan kasus seperti ini. Sudah banyak kepala desa yang dipecat gara-gara raskin di tempat saya dulu bertugas. Termasuk pegawai BKKBN. Karena saya tidak segan-segan melaporkannya bila ada bukti yang saya temukan,” tambahnya.
Sekadar diketahui bahwa untuk Kecamatan Bontocani, setiap bulan memiliki jatah raskin dari Bulog berdasarkan data statistik orang miskin sebanyak 30 ton. Dan sejak adanya bantuan beras bagi orang miskin yang harganya disubsidi oleh pemerintah, raskin yang jumlahnya 30 ton untuk tujuh desa di Bontocani, hampir tak pernah sampai. Ini diduga terjadi akibat persekongkolan antara aparat yang ada di tingkat desa bersama pengusaha angkutan dan oknum Bulog. (amr/b)
Bahas Kasus Raskin, Kepala Kansilog Temui Kapolres Bone
×

