PAREPARE, BKM — Wali Kota Parepare, Taufan Pawe sedikit kesal dengan sikap PDAM Parepare. Pada musim kemarau ini, seharusnya PDAM segera mengantisipasi krisis air yang bisa saja melanda Kota Parepare.
Makanya, Taufan mengajak Ketua Dewan Pengawas PDAM Rusman Rahman, Kepala Dinas Tata Kota Kadarusman, Kadis PU Syamsuddin Taha dan sejumlah petinggi PDAM datang ke Sungai Kerajae untuk melihat debit air di musim kemarau ini.
Ternyata hasil penelusuran di Sungai KerajaE, Jumat (7/8) pagi, banyak solusi yang masih bisa dilakukan untuk mengatasi krisis air di musim kemarau ini.
Taufan menilai, PDAM tidak boleh beralasan bahwa di musim kemarau tidak ada air, tapi PDAM sendiri tidak berushan menemukan masalah dan mencari solusi mengatasi krisis air.
Padahal, kata Taufan, air cukup tersedia. Yang perlu dilakukan hanya mengeruk Sungai KerajaE agar tidak ada lagi air yang tergenang di atas bendungan sumber pengelolaan IPA Sungai KerajaE tanpa mengalir ke reservoeir.
Di lokasi itu juga Taufan langsung memerintahkan Kadis PU Syamsuddin Taha segera mengeruk Sungai KerajaE di atas 100 meter dari pengelolaan IPA.
“Kalau ini yang tergenang mengalir ke IPA maka pasti air cukup dan tidak terjadi krisis seperti sekarang ini, hanya PDAM tidak memikirkan hal itu,” jelasnya saat melihat sungai tersebut.
Taufan meminta pejabat-pejabat PDAM jangan hanya di belakang meja. Tapi, kata dia, harus melihat kejadian yang sebenarnya di lapangan lalu mengkaji bersama untuk mencari solusinya.
“Biar musim hujan jika air yang di atas hanya tergenang tanpa mengalir ke IPA maka tetap juga debit air tidak normal, kita harus pakai logika,” tuturnya.
Dengan kondisi ini, Taufan mengaku tahun depan, pemerintah akan menganggarkan bendungan buka tutup, agar Sungai KerajaE bisa menampung air yang cukup banyak di musim kemarau.
Sementara itu, Kadis PU Parepare Syamsuddin Taha akan segera menurunkan alat beratnya untuk menggeruk Sungai Kerajae agar airnya lancar masuk ke IPA lalu masuk ke reservoir dan langsung diproses untuk didisribusikan ke masyarakat.
“Sebentar sore (kemarin sore, red), kami turunkan alat berat untuk mengeruk sungai ini, rencana Pak Wali hari Minggu (besok) akan kembali melihat hasilnya,” kata Syamsuddin.
Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Rusman Rahman, sangat menyesalkan pihak PDAM, yang selalu menjadikan musim kemarau alasan.
“Padahal air banyak hanya bagaimana cara kita mengelolanya dengan baik,”jelasnya.
Selama ini, kata Rusman, tiap tahun pelanggan selalu kurang mendapatkan pelayanan air, padahal banyak air hanya tergenang di suatu tempat.
“Kalau pengerukan dilakukan maka pasti air bisa mencukupi sampai musim hujan tiba, ini yang tidak dipikirkan,”jelasnya.
Sekretatis Dewas PDAM Abdul Muin dihubungi via slulernya mengatakan, dari dulu disampaikan ke manajemen PDAM soal ini namun tidak ada respon.
Muin menambahkan mestinya PDAM kerjasama dengan warga atau instansi terkait untuk membuat penampungan di setiap titik rawan kekeringan air agar bisa segera diantisipasi.
“Dari dulu selalu disampaikan ke pihak manajemen namun tidak bisa digubris, bahkan kalau disampaikan dikira ada intervensi dari Dewas, ini yang disesalkan,” tegasnya.
Soal masalah krisis air, Sekretaris Kota Parepare, Mustafa Mappangara, mengusulkan agar manajemen PDAM terutama bagian teknik harus direformasi total agar bisa berjalan dengan baik.
“Kita akan simpan orang-orang bagian teknik yang bisa berpikir mengenai perusahan agar lebih berkembang dalam melayani masyarakat, bukan orang masa bodoh,” jelasnya singkat. (smr/b)
Taufan Kritik PDAM tak Antisipasi Kekeringan
×

