pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

120 Angkatan Muda Bimtek SKKNI

MAMUJU, BKM — Sebanyak 120 angkatan muda se Sulbar mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di ruang pertemuan kantor gubernur Sulbar, Kamis (27/8). Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Bidang Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Henry Subianto, menyampaikan, SKKNI diselenggarakan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Tapi untuk tahun ini, hanya 7.700 yang diberikan kesempatan. Termasuk di dalamnya Provinsi Sulbar yang saat ini sedang berlangsung.
”SKKNI ini sangat penting. Karena SKKNI adalah sebuah program bukan hanya bermanfaat pada ketenagakerjaan dan perindustrian. Tapi ini merupakan tantangan yang harus dilaksanakan. Diakhir tahun 2015 ini, Indonesia akan berlaku era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berimplikasi pada terbukanya persaingan tenaga kerja asing yang punya kompetensi internasional,” kata Henry.
Disampaikan, dengan era MEA yang berkesempatan dalam bimtek kali ini bukan hanya bersaing mendapatkan pekerjaan dengan sesama angkatan muda di Indonesia, tapi juga dari luar negeri yang sudah bebas masuk ke Indonesia. Ini merupakan tantangan untuk semua. Untuk itu, Henry mengharapkan kepada semua peserta untuk meningkatkan kualitas diri dan bersaing dengan yang lain.
”SKKNI ini sebagai sarana sekaligus melihat standar profesi, dan sertifikat dari SKKNI ini nantinya bisa digunakan dalam mencari pekerjaan di perusahaan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Karena berlaku secara nasional,” lanjut Henry.
Plt Sekprov Sulbar, Jamil Barambangi, pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Kominfo dan lembaga sertifikasi yang memfasilitasi kegiatan tersebut dalam memberikan kegiatan sertifikasi bagi angkatan muda. Khususnya di Sulbar, dijadikan sebagai tempat untuk melakukan SKKNI.
”Era MEA semua bebas berkompetisi. Dan sebelum menghadapi MEA 2015, tenaga kerja Indonesia sudah harus berbasis kompetensi yaitu sesuai dengan SKKNI termasuk tenaga kerja yang ada di Sulbar,” kata Jamil.
Lebih lanjut dikemukakan, Pemprov Sulbar merespon atas tuntutan MEA dan berkomitmen membentuk skilled labor khususnya di Sulbar. Yaitu membantu angkatan kerja muda untuk memiliki keahlian dan pemikiran yang bersifat global. Yakni memiliki kemampuan untuk berbicara atau berkomunikasi dengan bahasa asing.
Selain itu, juga diharapkan memahami nilai kearifan lokal untuk memfilter budaya-budaya negara lain yang pasti masuk dan mempengaruhi budaya Indonesia. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Makassar, Kementerian Kominfo dan Pemprov Sulbar. (ala/mir/c)



×


120 Angkatan Muda Bimtek SKKNI

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar