SENGKANG, BKM — Normalisasi sungai yang merupakan salah satu kegiatan penyelamatan Danau Tempe, akan segera dilaksanakan. Untuk tahun ini, normalisasi sungai akan dilakukan di Sungai Bila, dengan menelan anggaran Rp10 miliar yang bersumber dari APBN.
Sementara untuk rencana pengerukan Danau Tempe sendiri, tim dari pusat Litbang Air Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan pengambilan data di danau dalam rangka penyusunan studi, Kamis (27/8).
“Tahun ini sudah ada kegiatan normalisasi Sungai Bila yang bermuara ke Danau Tempe di Kecamatan Belawa. Anggarannya sekitar Rp10 miliar. Khusus untuk pengerukan Danau Tempe, tim saat ini ada di Danau Tempe melakukan pengambilan data,” kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Mineral Kabupaten Wajo Firmansyah Perkesi, kemarin.
Menurutnya, kegiatan terpadu Danau Tempe direncanakan berlangsung selama 3-4 tahun. Ada beberapa kegiatan penyelamatan Danau Tempe yang akan dilakukan. Namun untuk tahun ini, normalisasi Sungai Bila yang akan dikerjakan lebih dahulu.
“Kegiatan normalisasi ini untuk penggalian dan penguatan tebing sungai, sehingga diharapkan dapat mengurangi banjir di Kecamatan Belawa,” katanya.
Forum Penyelamat Danau Tempe (FPDT) Andi Fajar Asmari mengatakan, salah satu upaya untuk penyelamatan Danau Tempe adalah dengan pengerukan, karena endapan di danau semakin parah.
“Kalau memang rencana pemerintah seperti itu, tentu kami respons. Lakukan pengerukan, kemudian tanah hasil pengerukan tersebut ditimbun di tengah danau untuk dijadikan sebuah pulau,” sarannya.
Fajar menegaskan, Danau Tempe yang menjadi kebanggaan masyarakat membutuhkan perhatian dari semua pihak, terutama pemerintah pusat. Pendangkalan danau yang terjadi selama ini mengakibatkan banjir sering melanda sejumlah daerah di sekitarnya. Karena danau tidak mampu lagi menampung air dari daerah tetangga seperti, Kabupaten Soppeng dan Sidrap yang bermuara di Danau Tempe. (ilo/rus/c)
Rp10 Miliar untuk Normalisasi Sungai Bila
×

