MAKASSAR, BKM –Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel menyayangkan para perokok dari kalangan siswa sekolah.
Saat ini perokok dari kalangan siswa setiap tahun bertambah banyak. Kondisi ini disebabkan oleh maraknya iklan rokok yang masuk ke lingkungan sekolah, termasuk melalui sarana media elektronik seperti televisi.
Ironisnya lagi, para siswa bahkan tak menggubris peringatan bahaya rokok yang terpajang disetiap pembungkus rokok.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel, Salam Soba menegaskan, iklan rokok susah dibendung, alasannya karena ada pembayaran jasa iklan. ” Susah juga, karena pemerintah menerima pembayaran jasa pemasangan iklan,” kata Salam Soba usai konferensi pers hasil monitoring iklan rokok disekitar sekolah, di Kompleks Mattoangin, Minggu (29/8).
Belum lagi, jelas Salam, sebagian pendidik di sekolah justru memberikan contoh merokok di lingkungan sekolah bahkan di depan siswa saat mengajar.
Sementara itu, salah seorang tim monitoring, Santi Indra Astuti mengatakan bahwa menjamurnya perokok dari kalangan siswa karena pengaruh iklan. ” Anak-anak terpengaruh karena adanya iklan rokok baik dalam bentuk poster, stiker, spanduk disekitar lingkungan mereka khususnya di sekitar sekolah,” kata wanita asal Bandung ini.
Dari hasil monitoring, iklan rokok di warung-warung sebesar 49 persen, di luar sekolah (ruang bebas) 67 persen, melalui sponsor kerjasama sebanyak 54 persen dan penataan dibelakang kasir toko mewah sebesar 90 persen.
Untuk membendung iklan rokok tersebut, pihaknya sangat melarang pemasangan iklan di sekitar sekolah dan mengimbau masyarakat untuk mensosialisasikan bahaya rokok dan menciptakan ruang bebas asap rokok.(man/war/c)
Gegara Uang, Pemprov Sulit Bendung Iklan Rokok Dekat Sekolah
×

