MAROS,BKM — Petani di Kabupaten Maros menolak adanya rencana revitalisasi Bendungan Bantimurung yang akan dimulai pada September ini. Mereka menilai bahwa waktu revitalisasi tidak tepat lantaran diyakni berdampak pada krisis air untuk masa tanam ketiga.
Perwakilan petani, Abdul Asiz menyebutkan, revitalisasi bendngan mengancam tanam ketiga gagal dilaksanakan dalam waktu dua minggu ke depan. Benih padi IP300 yang saat ini sudah siap, tidak bisa ditanam tanpa suplay air dari Bantimurung. “Bendungan akan dikuras untuk memasang bronjong (kawat,red). Nah darimana petani bisa dapat air?,” kata Azis.
Ada 1500 hektare sawah berpotensi gagal melakukan tanam ketiga. Apalagi, Azis menyebut , rencana rehab itu tidak pernah disosialisasikan. “Kami tidak menolak, namun waktunya tidak pas. Pemprov dalam hal ini Dinas PU Pengairan dan PSDA harus meninjau ulang waktunya. Jika tidak petani berhak menuntut kompensasi sesuai potensi kerugian yakni Rp 7 miliar,” tagasnya.
Petani menawarkan solusi agar rehab yang kabarnya menelan anggaran Rp1 milair itu ditunda hingga pertengana bulan 11 mendatang. Saat itu padi IP300 sudah mulai menguning dan siap panen, sehingga tidak terpengaruh dikurasnya bendungan.
Terpisah, Direktur PDAM, Abdul Jabbar juga mengakui, revitalisasi akan berdampak pada tersedianya air minum di wilayah Maros. Dia menyesalkan pihak PSDA Provinsi selaku pelaksana karena tidak berkoordinasi dengan pihaknya. “Kalau dikuras selama seminggu, dampaknya bisa sampai dua minggu,” katanya.
Sementara, Plt Kasi Irigasi Dinas PU Maros, Muhammadin mengakui rencana revitalisasi sudah disampaikan sebelum bulan Ramadan lalu. Dia menilai hal tersebut adalah kewenanngan pihak Balai Pompengan. Pihaknya mengaku sudah berupaya menahan kontraktor proyek itu hingga panen tiba, namun karena dinilai mendesak, permintaan pihaknya tidak dapat dipenuhi.
“Bagaimanapun bendungan harus diperbaiki, karena ada retakan dinding. Bayangkan sejak jaman Belanda, tahun 1903 tidak pernah rehab berat jadi wajar, mumpun ada dana dari Pompengan,” tandasnya. (ari-ril/c)
Revitalisasi Bendungan Ancam Gagal Tanam
×

