MAKASSAR, BKM–Kota Makassar merupakan wilayah yang mayoritas beragama muslim, akan tetapi dibalik itu ada beberapa masyarakat yang beragama non muslim ataupun kepercayaan yang juga hidup di Kota Makassar.
Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah tertentu agar keaneka ragaman agama ini tetap hidup rukun dan saling bantu-membantu, salah satunya dengan mengikuti Sosialisai peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama angkatan pertama yang digelar KESBANGPOL Kota Makassar, di Hotel Prima, Senin (31/8).
Kegiatan yang dibuka anggota KP3S, Ismail Haji Ali yang mewakili wali kota, dihadiri pengurus rumah ibadah masjid, gereja, wihara dan tokoh masyarakat.
Ismail mengatakan, saat ini dibutuhkan pengenalan, pemahaman dan penghayatan Empat Pilar Negara. Empat Pilar Negara tersebut adalah Pancasila sebagai Dasar Negara dan Landasan Ideologi Bangsa, Undang Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, masyarakat yang beradab dan cerdas adalah memahami betul makna perbedaan, karena perbedaan itu sendiri datangnya dari Sang Pencipta. Perbedaan ada agar setiap manusia saling kenal mengenal, saling belajar dan harga menghargai.
“Pancasila menjadi kunci pemersatu bangsa Indonesia yang sangat majemuk ini. Sayangnya Pancasila seakan lenyap seiring dengan berlangsungnya reformasi. Hanya saja, berbagai kendala tetap diatasi oleh rasa kerukunan dan komunikasi antar pemeluk agama,”jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Taufan Muchtar,M.Si mengatakan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama untuk mewujudkan kota Makassar yang kondusif, aman dan nyaman. (man/war/c)
Tokoh Agama Hindari Konflik
×

